Mahasiswa Unila Adakan Kegiatan Kancing (Kasih Makan Kucing) Saat Pandemi

Doc. @kucing_unila Salah satu hewan yang sering kali kita jumpai di Unila adalah kucing. Kucing-kucing ini tersebar diseluruh fakulta...

Doc. @kucing_unila

Salah satu hewan yang sering kali kita jumpai di Unila adalah kucing. Kucing-kucing ini tersebar diseluruh fakultas yang terdapat di Universitas Lampung. Selama perkuliahan dilakukan secara daring akibat adanya Covid-19, hewan lucu dan menggemaskan ini terlihat kurus. Makanan yang biasanya diberikan oleh mahasiswa ataupun sisa makanan dari kantin kini sudah tidak ada lagi.

Oleh sebab itu, mahasiswa Unila berinisiatif untuk membuat gerakan Kancing (Kasih Makan Kucing). Kancing (Kasih Makan Kucing) adalah gerakan yang diinisiasi oleh Invasi Kebaikan, sebuah komunitas non struktural yang terbentuk dari kepanitiaan penyambutan mahasiswa baru 2019 (Harmoni 4.0).

Ide kegiatan Kasih Makan Kucing ini terinspirasi dari mahasiswa ITB. Dimana saat pandemi, Masjid Salman ITB ditutup, sedangkan banyak kucing disana. Kejadiannya pun sama dengan Unila, kucing di Unila yang banyak disetiap fakultas yang biasanya makan dari sisa manusia atau diberi makan, saat pandemi sumber makanan semakin sedikit, kantin-kantin pun tutup. Jadi, sebagai bentuk kepedulian terhadap kucing-kucing Unila, Invasi Kebaikan membentuk Gerakan Kancing (Kasih Makan Kucing).

Dana kegiatan ini diperoleh dari para donatur dan kantong pribadi. Kegiatan ini sempat tersendat pada bulan Ramadhan lalu dikarenakan kehabisan dana. “Tapi Alhamdulillah kami dibantu oleh akun @baranghilangunila dalam kampanye open donasi untuk makanan kucing Unila dan Alhamdulillah sekarang masih ada simpanan untuk membeli makanan kucing beberapa pekan kedepan,” ucap Dendi Rosandi, Mahasiswa Fisika selaku pencetus kegiatan Kancing (Kasih Makan Kucing).

Awal keberjalanan Kancing (Kasih Makan Kucing) dilaksanakan setiap hari selepas Ashar. Namun, karena kesibukan yang tiba-tiba di sore hari dan banyak yang pulang kampung, membuat kegiatan ini tidak menentu waktunya dan dilakukan saat waktu senggang. Oleh sebab itu, kegiatan ini berencana untuk membuat oprec volunteer agar dapat konsisten setiap hari memberi makan kucing.

Titik kumpul sebelum memberi makan kucing yaitu di Masjid Wasi’i Unila, tentunya dengan memperhatikan protokol keselamatan covid-19 seperti menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. Kemudian bergerak ke seluruh fakultas. Namun, sekarang fakultas kedokteran dan ekonomi tidak lagi dikunjungi, karena satpam disana berbaik hati untuk membantu memberi makan kucing, sehingga satu kilogram makanan kucing selalu dititipkan pada satpam FK dan FEB.

Kegiatan ini mengalami beberapa kendala, karena keberjalanan kegiatan ini tergantung pada donasi, ketika donasi sudah tidak ada maka bisa jadi kegiatannya akan berhenti. Kemudian kesibukan orang-orang yang turun langsung memberikan makanan kucing setiap harinya. Dan juga kendala cuaca.

“Kegiatan ini memberi kesan tersendiri, ketika kucing-kucing yang dulunya liar saat diberi makan kabur, kini mendengar suara motor teman-teman saja kucing-kucing itu mendekat. Kegiatan ini bagaikan pelunak hati bagi teman-teman,” ucap Dendi. Tak hanya itu, Invasi Kebaikan menggagas beberapa projek-projek kebaikan yang lain, seperti berbagi sembako ke pedagang kaki lima Unila menjelang Ramadhan, juga program peminjaman buku online.

“Lakukan kebaikan sekecil apapun yang kamu bisa, bila pun kamu tidak bisa melakukan kebaikan itu, buatlah orang lain tau akan adanya potensi kebaikan dengan melalui media sosialmu,” pesan Dendi.

Reporter: Ajeng Puja

Related

Universitas 6688607711240371930

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item