Selasa, 29 September 2020

WOW! PKM-PE Mahasiswa FMIPA Biologi Lolos Seleksi Kemendikbud

Doc. Narasumber


Tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), Siti Inah (Biologi 2018), Rachmat Nugraha Indra (Biologi 2019), dan Indah Sukma Ningsih (Biologi, 2018)  ini patut diacungi jempol. Mereka mampu mengubah biji alpukat yang dianggap masyarakat sebagai limbah menjadi pati resisten yang berperan sebagai prebiotik pencegah penyakit diabetes melitus.

Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit paling mematikan didunia. Menurut data International Diabetes Melitus Federation (IDF) Atlas tahun 2017, epidemic Diabetes Melitus di Indonesia masih menunjukkan peningkatan yang signifikan yang mana Indonesia menjadi negara dengan peringkat ke-6 didunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko dengan jumlah penderita diabetes melitus usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.

“Tim kami mencoba melakukan penelitian produksi pati resisten dari biji alpukat oleh bakteri Actinomycetes sebagai kandidat prebiotik untuk pasien diabetes melitus, kami melihat masalah penyakit diabetes melitus di Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan beriringan dengan biji alpukat yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menurut penelitian yang telah dilakukan Winarti dan Purnomo (2006) biji alpukat mengandung kadar pati yang tinggi yaitu sebesar 80,1%, untuk mengubah pati menjadi pati resisten perlu dilakukan fermentasi pada pati dengan bantuan bakteri penghasil amilase untuk mempercepat reaksinya dan kami memilih penggunaan bakteri Actinomycetes dikarenakan bakteri ini mudah didapatkan sehingga dapat dikulturkan dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat, dalam teknik fermentasi ini akan dihasilkan polisakarida rantai pendek yang mampu meningkatkan produksi pati resisten," jelas Siti Inah.

"Setelah melakukan fermentasi kami melakukan pemanasan bertekanan pendinginan pada pati yang telah difermentasi hal ini bertujuan untuk menghasilkan pati resisten dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat,” tutupnya selaku ketua penelitian ini.

Rachmat menambahkan penjelasan bahwa semakin tinggi daya cerna pati menujukkan semakin tinggi pati untuk diubah menjadi glukosa sehingga semakin tinggi pula kemampuan pati untuk menaikkan glukosa darah, hal inilah yang menjadi penyebab penyakit diabetes melitus.

“Pati resisten memiliki efek sebagai prebiotik karena memiliki kemampuan yang tidak dapat dicerna oleh usus halus manusia akan tetapi dapat dicerna oleh bakteri probotik (bakteri sehat) dalam usus besar. Oleh karena itu, keberadaan pati resisten dalam usus halus mampu mengurangi kerja pankreas dalam membantu mencerna kelebihan glukosa dalam darah sehingga penyakit diabetes bisa ditekan,” tambah Indah selaku anggota penelitian.


Hasil penelitian ini menjadi gagasan yang disusun dan dituangkan dalam Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul "Produksi Pati Resisten dari Biji Alpukat oleh Bakteri Actinomycetes sebagai Kandidat Prebiotik untuk Pasien Diabetes Melitus" yang berhasil lolos seleksi pendanaan Kemendikbud periode 2019-2020 dan berhak maju ke tahap selanjutnya.


Mereka berharap hail penelitian ini dapat dipatenkan dan menjadi acuan penelitian selanjutnya agar biji alpukat yang dikenal sebagai limbah dimasyarakat justru mampu menjadi obat bagi salah satu penyakit mematikan di dunia. (Rilis)


Editor : Bella

Jumat, 25 September 2020

Kupas Tuntas PKKMB FMIPA




Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)


Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) tahun 2020/2021. Kamis (24/09), di Ruang Dekanat Lantai 3 FMIPA Unila.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 September ini, bertemakan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Pengembangan Sains dan Teknologi pada Era Revolusi Industri 4.0.

Acara ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Kepala Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi, Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan, dan 761 mahasiswa baru FMIPA Unila.

Perbedaan PKKMB tahun ini dengan tahun sebelumnya terletak pada pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Sejumlah 21 mahasiswa baru asal Kota Bandarlampung yang terdiri dari setiap jurusan untuk mengikuti PKKMB luring di Dekanat Lantai 3, sedangkan mahasiswa baru lainnya mengikuti melalui aplikasi Zoom. Kemudian, ditutup dengan tanya jawab disetiap akhir materi yang disampaikan. 

Rangkaian materi yang diisi oleh pimpinan fakultas diantaranya Pembelajaran di Perguruan Tinggi di Era 4.0 dan Plagiarisme, Sistem Perkuliahan dan Sistem Administrasi Akademik, Fasilitas di FMIPA Unila dan Sistem Administrasi Keuangan Mahasiswa, dan Prestasi Kegiatan Kemahasiswaan dan Sistem Administrasi Kemahasiswaan.

Pada pelaksanaan program PKKMB ini memiliki beberapa kenadal yang disampaikan Ketua Pelaksana BEM FMIPA, Dwiky (Kimia 2019).

"Kendala terbesar ada di komunikasi. Apalagi ini menghadapi awal semester dan pandemi covid. Jadi tidak semua panitia bisa berpartisipasi secara langsung. Namun, semua masih bisa terkendali, " jelas Staff BEM FMIPA ini.


Reporter : Aniisah, Bella, Mayda

Rabu, 23 September 2020

FMIPA Resmi Membuka PKKMB Fakultas

Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FMIPA Unila

Pembukaan  Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas di  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila). Kamis (24/09), di Ruang Dekanat lantai 3 FMIPA Unila.


Agenda yang dibuka langsung oleh Dekan FMIPA Unila, Suripto Dwi Yuwono, telah mengusung tema "Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Pengembangan Sains dan Teknologi pada Era Revolusi 4.0".


Program ini dihadiri Pimpinan Fakultas secara offline di ruang dekanat lantai 3, mahasiswa baru sebanyak 21 mahasiswa, serta panitia pelaksana PKKMB dari IT Fakultas maupun BEM FMIPA.


Pada sambutannya, Suripto menegasakan bahwa tidak boleh ada perkumpulan secara offline baik fakultas maupun jurusan apalagi perpeloncoan, kekerasan, pemaksaan kehendak dan kekerasan verbal.


"Kami berpesan dengan kesibukan adek adek dalam kegiatan akademik maupun kegiatan non akademik bisa menyelesaikan study dengan sebaik baiknya. Pluralitas dan heterogenitas yang mencerminkan pada bangsa Indonesia ini diikat dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika," tambahnya.


Reporter: Aniisah, Bella, Mayda

Mengulik PKKMB Virtual di Era New Normal

PKKMB Universitas Lampung


Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung (Unila) tahun 2020/2021. Senin (21/09), di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. 


Kegiatan yang dilaksanakan pada 21-22 September ini, bertemakan “PKKMB Membentuk Mahasiswa yang Berkarakter di Era Revolusi Industri 4.0 dan Kehidupan Baru Pasca Pandemi Covid-19 (New Normal)”. Pelaksanaan PKKMB ini mengacu berdasarkan Surat Edaran oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 631/E.E2/KM/2020 pada 18 Juni 2020 mengenai Panduan Umum PKKMB tahun 2020.


Acara ini dihadiri oleh Ketua Senat, Anggota Senat, pemimpin setiap fakultas, Biro Unit Pelaksanaan Teknis (UPT), Lembaga Civitas, dan 5.406 mahasiswa Unila. Tidak hanya mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa lama yang mengikuti PKKMB-U saat ini.


Persiapan Mahasiswa Baru Unila dalam Mengikuti PKKMB Virtual

Perbedaan PKKMB tahun ini dengan tahun sebelumnya terletak pada pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Sejumlah 160 mahasiswa baru asal Kota Bandarlampung yang terdiri dari setiap fakultas untuk mengikuti PKKMB luring di GSG secara bergantian, sedangkan mahasiswa baru lainnya mengikuti melalui aplikasi zoom. Hal ini dilakukan guna menghindari penyebaran Covid-19. 


Pengenalan kampus dan penyampaian materi dilakukan secara virtual serta disiarkan langsung melalui portal Youtube Official Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Unila. Selain itu, ditayangkan pula Pengenalan Lembaga Kemahasiswaan (LK) Unila. Pelaksanaan PKKMB tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi mahasiswa baru yang mengikuti secara luring di GSG. 


Papermob Virtual Universitas Lampung 


Menariknya PKKMB tahun ini, tradisi pelaksanaan papermob dilaksanakan secara virtual yang disiarkan langsung pada kanal Youtube Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) Keluarga Besar Mahasiswa  (KBM) Unila.


Menteri Dalam Negeri BEM U KBM Unila, Nabilsyah, menjelaskan formasi yang terbentuk dalam papermob virtual ini adalah sebanyak delapan formasi. Diantaranya logo Kabinet, logo PKKMB, logo Unila, logo Aku Cinta Unila, logo Nuwo Sesat dengan ber-Atap Siger, Bendera Merah Putih, 75 tahun RI, dan Save the Earth.


"Secara garis besar kendala ini pada jaringan, komunikasi, dan pengkondisian mahasiswa baru. Sedikit kesulitan pada pengkondisian peserta karena bersifat online dan tidak secara langsung, agar bisa sesuai dengan anjuran dan formasi yang telah ditentukan," tutup Nabilsyah.


Reporter:Aniisah, Juliana, Manda

Rabu, 02 September 2020

Keren! Bisa Nikmati Sensasi Petik Buah Melon di Unila

Panen Perdana dan Grand Opening Kebun Agrowisata Unila

Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Kelompok Tani Berkah Kresna adakan Panen Perdana dan Grand Opening Agrowisata. Acara ini diresmikan oleh Rektor Unila. Rabu (02/09), di kebun Agrowisata Unila, di sebelah parkir terpadu Unila.

Kebun ini  terbuka untuk umum terhitung mulai tanggal 02 September-01 Oktober 2020 selama masa panen. Pengunjung sudah dapat menikmati keindahan kebun melon cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000,00 per orang. Di masa pandemi, pengunjung dianjurkan untuk mengenakan masker dan tetap menjaga protokol kesehatan. Setiap sepuluh pengunjung akan ditemani oleh satu orang petugas.

Kegiatan ini merupakan wujud dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi Universitas Lampung khususnya penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan mahasiswa. Pada perkembangannya, dosen dan mahasiswa ikut terlibat terutama di bidang penelitian.

Kebun agrowisata ini memiliki dua zonasi. Pertama, zona untuk wisata dan kedua zona untuk panen yang diperbolehkan untuk memetik melon tetapi tetap didampingi oleh petugas. Kebun seluas 1 hektar ini ditanami oleh empat jenis melon yaitu sky rocket, rock melon, golden melon, dan melon honey. Harga dari melon yang dapat dipetik sendiri dan dibawa pulang  berkisar Rp 15.000,00-Rp 25.000,00 per kilogramnya. Selain melon, kebun agrowisata ini juga ditanami dengan labu.

Doc. Natural Unila

Doc. Natural Unila

Doc. Natural Unila

"Harapannya semoga dengan adanya taman agrowisata ini bisa menginspirasi terutama para petani dan pengusaha. Semoga juga nanti bisa bekerja sama antar petani, Unila, dan mitra usaha. Karena kita ingin memediasi para petani untuk memiliki teknologi pangan yang baik dan kita juga ingin membantu mereka agar pertanian mereka lebih maju,” tutup Karomani selaku Rektor Unila. 


Reporter:Aniisah, Liya, Puja

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...