Kronologi Tertangkapnya Gubernur BEM FMIPA 2020

  Dok. BEM FMIPA Unila. Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun 2020 tertangkap...

 

Dok. BEM FMIPA Unila.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun 2020 tertangkap aparat kepolisian saat sedang menggalang dana donasi. Kamis (08/10), di depan Gramedia  menuju Tugu Adipura Bandarlampung.

Gubernur BEM FMIPA, Ropiudin menjelaskan dirinya bersama Kepala Dinas Isu dan Pergerakan (Kadis Isper), Imam Adi Saputra (Iim) sedang melakukan galang dana di sekitar Gramedia menuju Tugu Adipura.

"Dana yang terkumpul ini untuk korban aksi kemarin (Rabu), karena ada rekan yang harus dioperasi dan membutuhkan dan yang tidak sedikit," jelas Ropiudin.

Iim juga menceritakan bahawa mereka berdua memang menggalang donasi untuk korban aksi. Namun,  karena mereka menggunakan baju hitam  aparat mengira mereka adalah anak SMA/SMK/STM yang berencana membuat keriuhan di Tugu Adipura yang akan berlangsungnya aksi damai oleh para buruh. 

"Kami datang itu sekitar pukul 08.00 WIB lebih gitu, karena kesiangan kami tidak datang bersama rombongan galang dana. Kebetulan baju yang kami pakai juga hitam aparat keamanan menangkap kami dengan indikasi membuat kericuhan," terang Iim. 

Kurang lebih 11 jam penahanan Gubernur dan Kadis Isper BEM FMIPA di Polresta Bandarlampung. Iim menerangkan bahwa mereka tidak di berikan makan dari awal penahanan. 

"Hanya ada air mineral dan roti. Roti pun gak sampai di barisan kami sudah habis," jelas Mahasiswa Jurusan Matematika ini. 

Terbukti tidak bersalah Ropiudin dan Iim bisa keluar dari polres sekitar Pukul 20.30 WIB di bantu Iqbal Ardiyansyah selaku Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan anggota KNPI lainnya serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung.

Pada penjelasan pihak kepolisian, mereka yang diamankan adalah indikasi membuat kericuhan  karena menggunakan baju hitam. Posisi mereka juga sekitar titik pusat aksi, yaitu Tugu Adipura. 

Pada wawancara Reporter Natural, beberapa wali mengatakan anaknya tidak mengikuti demonstrasi. "Anak saya itu saya suruh beli ke toko pak, itu baju yang di pake (pakai) baju rumahan dan dia aja belom mandi. Kayak gitu kok di tangkep, Pak," keluh salah satu Ibu kepada Polisi. 

Hasil yang didapat Reporter Natural di lokasi, tidak berarti penangkapan terjadi karena membuat kericuhan. Namun, antisipasi dari pihak kepolisian akan indikasi-indikasi kericuhan seperti aksi kemarin (Rabu).


(Baca Tuntut Cabut Omnibuslaw, Mahasiswa Lampung Bergerak akan Aksi Damai Esok Hari)


Reporter : Bella, Yoga

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item