Jumat, 20 November 2020

Gagasan Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) untuk Obat Diabetes, Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Unila meloloskan PKM sampai Pimnas


Tim PKM-P Jurusan Biologi lolos Pimnas



Diabetes Mellitus atau kencing manis menjadi masalah kesehatan yang utama diseluruh dunia yang masih sulit ditangani. Tercatat sebagai negara peringkat ke-6 dengan beban penyakit diabetes mellitus terbanyak di dunia, data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan lebih dari 10 juta penduduk Indonesia menderita penyakit tersebut di tahun 2017. World Health Organization (WHO), bahkan memprediksikan penyakit DM akan menimpa lebih dari 21 juta penduduk Indonesia di tahun 2030.

Dari data tersebut, tiga mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) yang diketuai oleh Fatimah Alhafizoh bersama anggotanya yaitu Ria Novitasari dan Jensa Yuswantoro membuat gagasan ide dari daun bungur (Lagerstroemia speciosa) yang dijadikan sebagai obat alternatif penghambat diabetes mellitus. Dimana gagasan tersebut dituangkan ke dalam proposal usulan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) dan lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta tembus sampai ke ajang bergengsi di seluruh Indonesia yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). 

Fatimah selaku ketua Tim mengatakan gagasan itu didapat karena jumlah prevalensi kejadian Diabetes Mellitus di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi ancaman serius jika tidak ditangani. Ia juga mengatakan penderita diabetes melitus memerlukan pengobatan sepanjang hidupnya. Bentuk terapi pengobatan yang dapat diberikan adalah pengobatan dan perbaikan gaya hidup. Terapi dengan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat kimiawi maupun obat tradisional. Terapi dengan obat tradisional lebih murah dan mudah dibandingkan dengan obat kimiawi yang menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dalam waktu lama. Maka dari itu penting dilakukan penggalian informasi tentang obat-obatan tradisional salah satunya dari daun bungur. 

“Di tiap bagian tumbuhan bungur diketahui mengandung senyawa obat seperti saponin, flavonoid, dan tanin. Beberapa penelitian telah membuktikan efektivitas dari daun bungur sebagai alternatif penghambat diabetes pada mencit yang terindikasi diabetes karena daun bungur mengandung senyawa kimia seperti senyawa triterpenoid (asam oleanolic, asam arjunolic, asam asiatik, asam maslinic, asam korosolat dan asam 23- hidroksiursolat, ) yang merupakan fitokimia utama dalam daun bungur” ujar Ria selaku anggota Tim ini. 

Ria juga menambahkan bahwa dalam kajian literatur ditemukan banyak studi difokuskan pada asam korosolat yang dikandung daun bungur karena telah terkonfirmasi secara signifkan menurunkan kadar glukosa darah pada mencit diabetes senyawa tersebut memiliki efek antihiperglikemik dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa dalam sel dengan mengangkut glukosa terstimulasi. Dengan demikian, daun bungur dapat berperan dalam mengatur kadar gula darah dan insulin dalam darah dan dapat dijadikan kandidat alternatif sebagai penghambat diabetes mellitus.

Salah satu anggota tim yaitu Jensa Yuswantoro mengatakan, bahwa dalam tahap persiapan PKM ini memiliki tantangan tersendiri “Tantangannya adalah karena ditengah pandemi Covid-19 yang tidak diperkenankan melakukan pengambilan data dari kegiatan yang dilakukan di laboratorium dan/atau lapangan maka kami harus mencari berbagai macam literatur dari artikel ilmiah atau jurnal untuk dijadikan data sekunder sebagai sumber utama dalam PKM Penelitian Eksakta ini, ini menjadi tantangan bagi kami untuk lebih aktif mencari jurnal yang berkredibel bahwa hal ini dapat juga menambah wawasan” ujarnya

Diungkapkan oleh ketua Tim bahwa ia berharap akan ada realisasi dari penelitian ini. “kami berharap bahwa kedepannya, judul dari PKM ini akan ada pengembangan dan realisasi hingga kedepannya gagasan ini dapat berguna untuk orang lain” 

Sekarang Tim ini tengah bersiap-siap untuk tahap Pimnas 33 yang akan dilaksanakan tanggal 24-29 November 2020. Pimnas kali ini berkerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dan dilangsungkan secara daring (online) dikarenakan adanya Pandemi Covid 19.

Penulis: Ria, Fatimah, Jensa

Selasa, 03 November 2020

Menguak Politik dan Pergerakan Mahasiswa Unila

Sumber : sampul buku Risalah Pergerakan Mahasiswa oleh Indra Kusumah.


Pengertian dari kata "mahasiswa" pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Pada Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990 dijelaskan bahwa mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi tertentu. Sedangkan, "pergerakan" dalam KBBI adalah keadaan terus bergerak. Kita dapat simpulkan bahwa Pergerakan Mahasiswa di Unila berarti seseorang yang belajar di perguruan tinggi bernama Unila terus dalam keadaan bergerak. Bagaimana keadaan bergerak yang dimaksudkan? Ya, kita akan membahas ini dengan membedah Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa pada BAB III yang bertema "Pergerakan Kemahasiswaan" yang ditulis Indra Kusumah.

Siapa pun yang sampai jenjang dunia kampus tak mungkim luput akan kisah para mahasiswa yang kisahnya selalu menyertai perjalanan sejarah negeri ini. Contoh pertama pada 'Gerakan Mahasiswa Era 1965', mahasiswa turun ke jalan mengaungkan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) pada masa Soekarno. Respon yang represif mengakibatkan gugurnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Arif Rahman Hakim.

Kedua, 'Gerakan Mahasiswa Era 1974'. Mahasiswa dibuat geram akan maraknya produk-produk asal Jepang yang mengakibatkan ancaman ekonomi rakyat. Ini terjadi pada Orde Baru.

Ketiga, 'Gerakan Mahasiswa Era 1978'. Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) diberlakukan, sebab kekhawatiran rezim yang berkuasa menyaksikan gerakan-gerakan mahasiswa. Kondisi ini membuat seluruh aktivitas lembaga mahasiswa dalam pengawas Badan Koordinasi Kampus (BKK). BKK sendiri adalah lembaga dari pemerintah.

Keempat, 'Gerakan Mahasiswa Era 1998'. KKN (Korupsi, Kolusi  dan Nepotisme) menguasai berbagai lini negeri. Mahasiswa menuntut Soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden.

Kelima, 'Gerakan Mahasiswa Era Reformasi'. Pada masa ini pergerakan mahasiswa menjadi lebih merekah. Mahasiswa mulai bergerak melalui organisasi internal kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan juga lembaga eksternal kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan lain-lain.


Pergerakan Mahasiswa

Pergerakan mahasiswa berkembang dalam menanggapi keresahan elit politik yang tidak mampu merealisasikan perannya dengan baik dan benar. 

Hariman Siregar mengungkapkan 'Gerakan Mahasiswa, Pilar ke-5 Demokrasi', bahwa :

1. Bersifat spontanitas

Mahasiswa yang responsif dalam isu pada masyarakat, tidak abai.

2. Bercorak non struktural

Mahasiswa dan pergerakannya yang tidak berporos organisasi tunggal.

3. Bukan Agen Politik di Luar Kampus

Tidak pada pengaruh partai politik, sebab gerakan mahasiswa adalah independen. Pergerakan meninggikan kepentingan rakyat.

4. Mempunyai Jaringan yang Luas

Jaringan yang luas menjadikan kokok, luwes,sehingga berbagai pihak termasuk pemerintah tidak bisa mengkooptasi gerakan tersebut.


Gerakan Politik vs Gerakan Moral

Gerakan moral (Moral Movement)

Pembahasan moral berkaitan dengan cerminan gerakan yang universal, menolak pelanggaran, penindasan, kedzaliman, maupun kekuasaan yang otoriter.

Gerakan Politik Nilai (Value Political Movement)

Gerakan yang memaknai idealis mahasiswa yang berbeda dengan gerakan politik kekuasaan.

Marak keengganan mencampuradukan gerakan mahasiswa dengan gerakan politik menjadi buram peran mahasiswa tersebut. Politik adalah bagian yang tak terpisahkan dari pergerakan mahasiswa. Tapi telaah manakah politik yang masuk dalam pergerakan ini, yaitu politik nilai. Politik kekuasaan tidak bisa disambung dengan pergerakan mahasiswa, sebab kepentingannya adalah kekuasaan sebagaimana halnya partai politik. 

Politik nilai sendiri memfokuskan dalam membelaan keadilan, menjunjung tinggi kebenaran, menguatkan hak kemanusiaan, dan sebagainya. Fokus ini yang mengakibatkan bentuk komunikasi berbagai metode untuk membela rakyat, salah satunya demonstrasi. Ketika pengakuan pergerakan mahasiswa dipundakan, namun menolak demonstrasi dan menepikan kepentingan rakyat. Maka pertanyakan gerakan yang sedang Anda jalani. Apakah politik kekuasaan? Sebab gerakan menepi kepentingan rakyat tidak termasuk dalam penjelasan gerakan politik nilai.


Peran dan Fungsi Pergerakan Mahasiswa

Pergerakan mahasiswa sebagai agen perubahan (agen of change) maupun cadangan masa depan (iron stock). Peranannya juga penting dalam menyebarkan pemikiran (fikrah) politik keadilan. Realisasi dalam perannya ada pada pendidikan politik, seperti ideologi, pemikiran politik, etika politik, dan perilaku organisasi.


Adat dan Etika Pergerakan Mahasiswa

Adat politik kampus adalah peraturan-peraturan dan fatsoen politik kampus, baik tertulis maupun tidak tertulis. Beberapa hal terkait etika pergerakan mahasiswa, yaitu sumber nilai. Lagi-lagi kembali terkait nilai. Bagaimana nilai yang dianut tak menyimpang dari kebenaran, ideologi yang di junjung relevan dengan kebaikan, prilaku pemandu organisasi beririsan dengan akhlak yang lurus, dan pasti tidak bertentangan dengan aturan Tuhan-nya, sebab Indonesia adalah negara yang penduduknya beragama.

Kemudian, tentang kepemimpinan. Pergerakan mahasiswa memiliki ciri khas sederhana. Jangkauan keberpihakan tak lepas dari rakyat menengah kebawah. Sangat tidak sesuai jika gaya hidup berlebih, bisa menjadi sumber fitnah. Seorang pemimpin pergerakan juga tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Kebijakan politik yang diambil memenuhi kebutuhan pergerakan juga harus transparan dengan sesama aktivis pergerakan. Contoh bagaimana banyak nya diskusi, kongkow, konsolidasi undangan terbuka keseluruh penjuru kampus karena pergerakan mahasiswa bukan pergerakan untuk diri sendiri. Tidak menutup kemungkinan undangan tersebut ditolak beberapa mahasiswa karena enggan ikut pergerakan mahasiswa dalam perjuangan politik nilai. Mungkin kah mereka pejuang politik kekuasaan dibawah pemerintah? Hingga menolak pergerakan politik nilai.

Tentang uang sangatlah erat dalam kalangan politik. Benar, politik kekuasaan. Tidak ada label pergerakan mahasiswa bertuhan pada uang. Haram pagi mereka untuk menggunakan uang lembaga untuk urusan pribadi. Peraliran uang transparan dan jelas untuk kepentingan pergerakan.


Strategi Pergerakan Mahasiswa

Berbicara tujuan pergerakan tak bisa ditepikan persiapan yang dicanangkan. Berikut kita mengulik  strategi pada pergerakan mahasiswa, diantaranya : pertama, pembentukan aktivis pergerakan yang ada ditempat. Kedua, menyebarkan pemikiran-pemikiran politik nilai kepada aktivis terbentuk. Ketiga, taktik penyadaran dengan menjunjung moral dan pemahaman sejarah.

Selain hal itu, aktivis pergerakan juga akan memberikan pemahaman-pemahaman kepada aktivis yang baru untuk efektif dalam kegiatan kampus, aktif kepanitiaan, mendominasi ke tempat dengan kegiatan tidak bermoral untuk perbaharui menjadi lebih baik. Tidak terlepas juga memahamkan praktik analisi SWOT (Strength=kekuatan, Weakness=kelemahan, Opportunity=Peluang, dan Threat=ancaman) yang dipergunakan dalam berbagai hal.


Lembaga Pergerakan Mahasiswa

Bagi yang belum siap mengetahui lembaga apa saja yang termasuk pergerakan mahasiswa disilakan untuk bersiap. Ada kemungkinan termasuk lembaga Anda adalah lumbung pergerakan mahasiswa yang termasuk ada gerakan politiknya. Bukan politik kekuasaan, tapi politik nilai.

Lembaga pergerakan mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu : Lembaga intra kampus dan ekstra kampus. Contoh lembaga intra kampus, yaitu HIMA (Himpunan Mahasiswa) atau HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM Fakultas, DPM Fakultas, BEM Universitas dan DPM/MPM Universitas.

Kemudian, contoh lembaga ekstra kampus, yaitu HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim  Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan sebagainya. Setiap kampus pasti tidak terlepas lembaga eksternal ini, termasuk Unila.

Mengulik Keistimewaan Lembaga Kemahasiswaan

1. Punya forun resmi membawa banyak nama mahasiswa.

2. Sarana mengekspresikan hak-hak politik. Hak yang dimaksud seperti hak pilih dan dipilih dalam pesta demokrasi atau Pemilihan Raya (Pemira).

3. Tempat bebas dan diperkenankan untuk menyuarakan jeritan rakyat, dan aktif mengawasi peristiwa politik.

4. Tidak bisa abaikan lembaga butuh anggaran untuk merealisasikan strategi pergerakan.

5. Wadah mengembangkan kualitas diri untuk mencetak pemimpin masa depan.


Konstituen Pergerakan Mahasiswa

Konstituen berarti bagian terpenting. Konstituen pergerakan mahasiswa adalah basis massa. Basis massa pergerakan ini dicetak menggunakan metode pendekatan personal maupun institusional.

Pembinaan konstituen pergerakan mahasiswa memperhatikan beberapa aspek, yaitu loyalitas. Baik lembaga intra maupun ekstra kampus. Mulai dari wacana, intensitas komunikasi, program yang beracuan dengan prinsip, hingga etika pergerakan sangat lah mempengaruhi keloyalitasan pergerakan. Kemudian, manuver politik tidak dibiarkan begitu saja tanpa memperhatikan aspirasi yang ada. Selanjutnya, pergerakan ini menyatu dalam pengelolaan isu politik.


Pendidikan Politik Pergerakan Mahasiswa

Peningkatan pergerakan mahasiswa pasti dikaitan dengan pendidikan. Pendidikan politik menjadikan pusat menuju berkembang dalam segi kesadaran aktif berpartisipasi maupun terbentuknya arah dan perasaan politik.

Tujuan pendidikan politik pada gerakan mahasiswa, yaitu membentuk kepribadian politik, kesadaran politik, dan partisipasi politik. Hal tersebut akan ditunjang dalam pola kaderisasi lembaga masing-masing dengan kegiatan, seperti Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Baik PMB-F maupun PMB-U. Ada juga mentoring, Latihan Kemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingat Dasar (LKMMTD), seminar-seminar, diskusi panel, lokakarya, pagelaran seni, pertandingan olah raga, kongres mahasiswa, pers mahasiswa, pelatihan-pelatihan penunjuang, aksi mahasiswa, dan sebagainya.


Wacana Pergerakan Mahasiswa

Keberpihakan kepada rakyat adalah ciri pergerakan mahasiswa. Kepentingan masyarakat luas menjadi targetan. Anti dalam menggunakan lembaga sebagai politik kekuasaan dengan mengabaikan jeritan rakyat.

Wacana pergerakan mahasiswa ini memiliki sifat, antara lain:

1. Berpihak pada kebenaran dan keadilan

2. Sesuai prespektif gerakan mahasiswa

3. Idealis

4. Semi ilmiah

5. Moralis

6. Popoler

Perhatikan sifat dari pergerakan mahasiswa guna mengetahui kemurnian pergerakan tersebut. Tidak dibenarkan menyampingkan kebenaran dan keadilan. Perjuangan menegakannya tidak bisa lepas dari lembaga tersebut.


Sarana Komunikasi Pergerakan Mahasiswa

Berbagai sarana yang biasa digunakan oleh para aktivis pergerakan untuk mengaktualkan hak-hak kebenaran, hak-hak keadilan, hak-hak rakyat. Sarana komunikasinya meliputi :

1. Lisan, seperti : mimbar bebas, rumor, yel-yel, lagu-lagu, maupum kultum (kuliah tujuh menit).

2. Tulisan, seperti : media massa kampus, selebaran legal maupun ilegal, majalah dinding, poster, stiker, karikatur, spanduk, internet, dan lain-lain.

3. Lisan dan Tulisan, seperti : seminar ilmiah, aksi massa, aksi delegasi, kuliah umum, jumpa pers, dan lain lain.

Hal-hal diatas memang dibenarkan sarana para aktivis pergerakan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Sesuatu tindakan pada sarana tersebut bukanlah pembangkangan terhadap negara, namun sebagai kontrol tidakan kekeliruan pihak terkait.


Regenerasi Kepemimpinan Pergerakan Mahasiswa

"Setiap masa ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada masa nya".

Terpaut khas celetukan diatas akan pentingnya regenerasi. Setiap periode lembaga akan dipimpin aktivis yang berbeda-beda. Proses setiap lembaga pergerakan bisa berbeda namun secara umum dalam aspek yang sama. Berikut gambaran proses regenerasi lembaga kemahasiswaan, 

A. Proses Internal Aktivis Pergerakan

Secara umum, pada tahap ini adalah metode pihak lembaga yang belum di umumkan ke publik.

1. Tahap proyeksi

Tahap ini aktivis pergerakan akan menyaring penerus-penurus yang akan dijadikan calon pemimpin.

2. Tahap Nominasi

Calon pemimpin yang diproyeksikan akan dilibatkan dalam berbagai agenda lembaga untuk mendapatkan arahan, pantauan, dan penilaian kelayakannya.

3. Tahap Seleksi

Ini adalah proses terakhir dari internal lembaga. Pemilihan penerus pemimpin lembaga yang ideologinya sama. Setelah ini akan dilibatkan dalam proses eksternal.


B. Proses Eksternal Aktivis Pergerakan

Calon pemimpin penerus lembaga yang terpilih pada proses internal akan digerakan ke jangkauan luas dalam Pemira.

Beberapa tahapnya, yaitu :

1. Penyusunan tim sukses

2. Kampanye (pada masa Pemira)

3. Pencoblosan (pada masa Pemira bagian pemilihan, contoh : pemilihan Presiden Universitas dan Gubernur Fakultas)

4. Penghitungan suara (pengawalan akan diperketat karena adanya indikasi kecurangan)

5. Penetapan pemenang (berita acara pemenangan yang akan menjadi titik hasil apa kah berhasi menang atau tidak).

Proses ekternal di kampus, seperti Unila ditandai dengan terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) oleh DPM Universitas maupun Fakultas. Namun, dalam pekerjaannya Pansus tidak terikat dengan DPM. Sifat dari panus sendiri adalah independen. Bagaiaman ketika kecurangan muncul di tengah proses Pemira? Jawabannya adalah menggugat ke Majelesis Perwakilan Mahasiswa (MPM). Bagaiman cara kita mengetahui ada kecurangan tersebut? Jawabannya ada di kesiapan tim sukses masing-masing. Ketelitian dan pengetahuan akan alur menjadi sangat penting. Tidak hanya modal mengaungkan suara tinggi, tetapi kesiapan menunjukan bukti kecurangan yang menandakan pihak penggugat benar. Pembenaran tidak relevan jika tidak disertai bukti. Fokus menggugat harus sejajar dengan kesiapan pengumpulan bukti.

Buta akan pergerakan mahasiswa dan pengetahuan politik membuat tipu daya merasukin idealisme Anda. Pahamkan dari akan adanya pergerakan di sekitar. Sumber ilmu akan tertutup sumber fitnah saat Anda tidak membudayakan literasi dan berdiskusi dengan berbagai pihak. Prinsip hidup yang lemah akan menjadikan mudah percaya dan terombang- ambing kebohongan orang tidak bertanggung jawab.

"Kebaikan yang dilakulan akan kembali kepada Anda, kejahatan yang dilakukan akan kembali juga kepada Anda". 

Anda diperkenankan menggunakan Iman kepada Tuhan pada agama yang Anda anut untuk petunjuk berkehidupan yang benar. Sungguh, aplikasikan agamamu dengan akhlak terbaikmu.


Penulis : Bella Ibnaty Sardio

Jaringan 4G LITE di Bulan

Doc. Kompas.com


Badan antariksa Amerika Serikat atau yang kita kenal dengan NASA membuat misi untuk terbang kembali ke Bulan pada 2024 mendatang. Oleh karena iu, NASA berencana membangun jaringan 4G LTE di Bulan dengan menggandeng Nokia. Rencana tersebut dibuat karena dibutuhkannya jaringan yang mumpuni  untuk mendukung komunikasi dengan astronotnya. Nokia mengatakan bahwa sistem komunikasi broadband pertama di luar angkasa tersebut akan dibangun pada 2022 mendatang.  

Dilansir dari Kompas.com, untuk merealisasikan hal tersebut, NASA menggelontorkan dana 14,1 juta dollar AS ke Nokia. Pendanaan itu menjadi bagian dari pendanaan proyek Artemis yang diumumkan pada minggu lalu, yang nilainya mencapi 370 juta dollar AS. Menurut NASA Associate Administrator, James Reuter, jaringan seluler di Bulan bisa memudahkan para astronot dalam mengeksplorasi permukaan Bulan. “Nokia akan mencari tahu bagaimana teknologi terestrial bisa dimodifikasi agar bisa beroperasi di lingkungan Bulan, untuk memberikan komunikasi yang bisa diandalkan,” kata Reuter. Nokia juga menggandeng perusahaan asal Texas, Intuitive Machines untuk mengirimkan peralatan yang dibutuhkan ke Bulan. 

Reporter : Zida

Senin, 02 November 2020

Inilah Koordinator Baru dan Peraih Penghargaan APM-L

Peraih Penghargaan APM-L Award


Telah tiba hari pelaksanaan Aliansi Pers Mahasiswa Lampung (APM-L) Award dan pemilihan koordinator 2020/2021. (01/11), di Gedung CB 1 Politeknik Negeri Lampung.


Bersamaan dengan pengumuman pemenang APML Award bidang tulisan dan video jurnalistik. Dilaksanakan pula pemilihan koordinator APML periode 2020/2021 dengan dihadiri oleh delapan Lembaga Pers Mahasiswa Lampung  (LPM-L) dan enam juri sebagai penilai dalam APML Award 2020. 


Serangkaian acara pemilihan koordinator ini dilaksanakan dengan musyawarah untuk mufakat. Dari lima calon koordinator APML yang sudah lolos seleksi berkas, terpilih satu sebagai koordinator APML 2020/2021 yaitu jatuh kepada Annisa Diah Pertiwi dari Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila). 

Terpilihnya Koordinator APM-L Periode 2020/2021


"Harapannya ingin menjadikan pers di Lampung jadi satu. Seperti keadaan saat ini yang seru, jikalau ada masalah dapat diselesaikan bersama," terang Annisa.


Kegiatan ini dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari APML Award 2020. Sebelumnya telah dilakukan penilaian karya oleh juri pada 31 Oktober 2020. Berikut juri yang terlibat dalam penilaian dari tulisan terbaik:

1.  Yoso Muliawan (Manajer Liputan Tribun Lampung)

2. Hendry Sihaloho (Ketua AJI Bandar Lampung)

3. Vina Oktavia (Jurnalis Harian Kompas)


"Saya mewakili tim juri membacakan penghargaan untuk kategori tulisan. Tim juri menerima sebanyak 37 karya jurnalistik dari tujuh pers mahasiswa," jelas Hendry salah satu juri dari Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia Bandar Lampung.


Setelah mempertimbangkan berbagai hal, diputuskan penghargaan kategori tulisan jurnalistik diberikan kepada LPM Kronika IAIN Metro. Sesuai dengan penilaian juri, bahwa kronika melalui kerja-kerja jurnalistiknya menerapkan Jurnalisme Advokasi mampu mengantarkan IAIN menjadi peraih penghargaan. 

Doc. Natural


"Sebelumnya kami tidak menyangka, kita sangat bersyukur. Semoga bisa jadi motivasi untuk teman-teman kronika dan anggota APML lain agar lebih produktif dalam menulis, dan lebih keren dalam pemberitaan," terang Tamim selalu Pemimpin Umum Kronika 2019/2020.


Selain itu, diumumkan pula penghargaan kategori video. Tim juri menerima sebanyak delapan video dari delapan LPM. Berikut juri yang terlibat dalam penilaian kategori video jurnalistik terbaik:

1. Ardi Jefri (Deputi Manajer Radar Lampung TV)

2. Andry Kurniawan (Pendiri APML/Jurnalis Indosiar)

3. Sekar Sari Indah C (Koordinator Daerah iNews TV)

Dilakukannya diskusi hangat oleh tim juri, diputuskan bahwa penghargaan kategori video jurnalistik terbaik diberikan kepada Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Teknokra Unila. 

Doc. Natural


"Saya turut berbangga dan harapannya dari adanya penghargaan ini teknokra lebih ada peringkatan dari segi kualitas, produktivitas, dan lebih memiliki jiwa kompetitif lagi," harap Chairul selaku Pemimpin Umum UKPM Teknokra Unila. 


Reporter : Aniisah, Ferzy

APML Award Perdana Terealisasikan Tahun Ini

Acara APM-L Award

Setelah sebelas tahun Aliansi Pers Mahasiswa Lampung (APM-L) berdiri menjadi wadah bagi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang ada di Lampung. Pertama kalinya, kini diadakan APML Award 2020. (01/11), di Gedung CB 1 Politeknik Negeri Lampung.

"Dilihat pada pers mahasiswa di Lampung yang antusiasmenya semakin tinggi. Dengan ini APML menilai perlu adanya pernghargaan yang diberikan kepada pers mahasiswa yang ada di Lampung," ucap Derri selaku Ketua Pelaksana.

Award ini dilaksanakan khusus untuk pers mahasiswa yang ada di Lampung guna meningkatkan kualitas dalam berkarya dan bernilai tinggi dalam jurnalisme. Penghargaan yang akan diberikan untuk kategori tulisan terbaik dan video jurnalistik.

Kepentingan kelancaran acara, persiapan dilakukan terhitung sejak dua bulan lalu. Dalam rapat pertama, didapat keputusan penentuan nama penghargaan, kategori penghargaan, syarat dan kategori penilaian karya tulisan maupun video jurnalistik, serta penentuan juri.  Rapat ini dilanjutkan dengan fiksasi pada Oktober yang menghasilkan keputusan kriteria dan tahapan calon koordinator APML 2020/2021. Ditutup dengan pembagian tugas pelaksanaan acara. 

"Harapannya dengan persiapan acara yang sudah dilakukan dengan segenap panitia, acara ini dapat berjalan dengan lancar dan mempererat jalinan silaturahmi antar LPM, " jelas Yoga selaku Koordinator APML 2019/2020. 

Reporter : Aniisah, Ferzy




Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...