Gagasan Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) untuk Obat Diabetes, Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Unila meloloskan PKM sampai Pimnas

Tim PKM-P Jurusan Biologi lolos Pimnas Diabetes Mellitus atau kencing manis menjadi masalah kesehatan yang utama diseluruh dunia yang masih ...


Tim PKM-P Jurusan Biologi lolos Pimnas



Diabetes Mellitus atau kencing manis menjadi masalah kesehatan yang utama diseluruh dunia yang masih sulit ditangani. Tercatat sebagai negara peringkat ke-6 dengan beban penyakit diabetes mellitus terbanyak di dunia, data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan lebih dari 10 juta penduduk Indonesia menderita penyakit tersebut di tahun 2017. World Health Organization (WHO), bahkan memprediksikan penyakit DM akan menimpa lebih dari 21 juta penduduk Indonesia di tahun 2030.

Dari data tersebut, tiga mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) yang diketuai oleh Fatimah Alhafizoh bersama anggotanya yaitu Ria Novitasari dan Jensa Yuswantoro membuat gagasan ide dari daun bungur (Lagerstroemia speciosa) yang dijadikan sebagai obat alternatif penghambat diabetes mellitus. Dimana gagasan tersebut dituangkan ke dalam proposal usulan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) dan lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta tembus sampai ke ajang bergengsi di seluruh Indonesia yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). 

Fatimah selaku ketua Tim mengatakan gagasan itu didapat karena jumlah prevalensi kejadian Diabetes Mellitus di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi ancaman serius jika tidak ditangani. Ia juga mengatakan penderita diabetes melitus memerlukan pengobatan sepanjang hidupnya. Bentuk terapi pengobatan yang dapat diberikan adalah pengobatan dan perbaikan gaya hidup. Terapi dengan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat kimiawi maupun obat tradisional. Terapi dengan obat tradisional lebih murah dan mudah dibandingkan dengan obat kimiawi yang menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dalam waktu lama. Maka dari itu penting dilakukan penggalian informasi tentang obat-obatan tradisional salah satunya dari daun bungur. 

“Di tiap bagian tumbuhan bungur diketahui mengandung senyawa obat seperti saponin, flavonoid, dan tanin. Beberapa penelitian telah membuktikan efektivitas dari daun bungur sebagai alternatif penghambat diabetes pada mencit yang terindikasi diabetes karena daun bungur mengandung senyawa kimia seperti senyawa triterpenoid (asam oleanolic, asam arjunolic, asam asiatik, asam maslinic, asam korosolat dan asam 23- hidroksiursolat, ) yang merupakan fitokimia utama dalam daun bungur” ujar Ria selaku anggota Tim ini. 

Ria juga menambahkan bahwa dalam kajian literatur ditemukan banyak studi difokuskan pada asam korosolat yang dikandung daun bungur karena telah terkonfirmasi secara signifkan menurunkan kadar glukosa darah pada mencit diabetes senyawa tersebut memiliki efek antihiperglikemik dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa dalam sel dengan mengangkut glukosa terstimulasi. Dengan demikian, daun bungur dapat berperan dalam mengatur kadar gula darah dan insulin dalam darah dan dapat dijadikan kandidat alternatif sebagai penghambat diabetes mellitus.

Salah satu anggota tim yaitu Jensa Yuswantoro mengatakan, bahwa dalam tahap persiapan PKM ini memiliki tantangan tersendiri “Tantangannya adalah karena ditengah pandemi Covid-19 yang tidak diperkenankan melakukan pengambilan data dari kegiatan yang dilakukan di laboratorium dan/atau lapangan maka kami harus mencari berbagai macam literatur dari artikel ilmiah atau jurnal untuk dijadikan data sekunder sebagai sumber utama dalam PKM Penelitian Eksakta ini, ini menjadi tantangan bagi kami untuk lebih aktif mencari jurnal yang berkredibel bahwa hal ini dapat juga menambah wawasan” ujarnya

Diungkapkan oleh ketua Tim bahwa ia berharap akan ada realisasi dari penelitian ini. “kami berharap bahwa kedepannya, judul dari PKM ini akan ada pengembangan dan realisasi hingga kedepannya gagasan ini dapat berguna untuk orang lain” 

Sekarang Tim ini tengah bersiap-siap untuk tahap Pimnas 33 yang akan dilaksanakan tanggal 24-29 November 2020. Pimnas kali ini berkerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dan dilangsungkan secara daring (online) dikarenakan adanya Pandemi Covid 19.

Penulis: Ria, Fatimah, Jensa

Related

Sains 3900124745128811533

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item