Menguak Politik dan Pergerakan Mahasiswa Unila

Sumber : sampul buku Risalah Pergerakan Mahasiswa oleh Indra Kusumah. Pengertian dari kata "mahasiswa" pada Kamus Besar Bahasa Ind...

Sumber : sampul buku Risalah Pergerakan Mahasiswa oleh Indra Kusumah.


Pengertian dari kata "mahasiswa" pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Pada Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990 dijelaskan bahwa mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi tertentu. Sedangkan, "pergerakan" dalam KBBI adalah keadaan terus bergerak. Kita dapat simpulkan bahwa Pergerakan Mahasiswa di Unila berarti seseorang yang belajar di perguruan tinggi bernama Unila terus dalam keadaan bergerak. Bagaimana keadaan bergerak yang dimaksudkan? Ya, kita akan membahas ini dengan membedah Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa pada BAB III yang bertema "Pergerakan Kemahasiswaan" yang ditulis Indra Kusumah.

Siapa pun yang sampai jenjang dunia kampus tak mungkim luput akan kisah para mahasiswa yang kisahnya selalu menyertai perjalanan sejarah negeri ini. Contoh pertama pada 'Gerakan Mahasiswa Era 1965', mahasiswa turun ke jalan mengaungkan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) pada masa Soekarno. Respon yang represif mengakibatkan gugurnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Arif Rahman Hakim.

Kedua, 'Gerakan Mahasiswa Era 1974'. Mahasiswa dibuat geram akan maraknya produk-produk asal Jepang yang mengakibatkan ancaman ekonomi rakyat. Ini terjadi pada Orde Baru.

Ketiga, 'Gerakan Mahasiswa Era 1978'. Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) diberlakukan, sebab kekhawatiran rezim yang berkuasa menyaksikan gerakan-gerakan mahasiswa. Kondisi ini membuat seluruh aktivitas lembaga mahasiswa dalam pengawas Badan Koordinasi Kampus (BKK). BKK sendiri adalah lembaga dari pemerintah.

Keempat, 'Gerakan Mahasiswa Era 1998'. KKN (Korupsi, Kolusi  dan Nepotisme) menguasai berbagai lini negeri. Mahasiswa menuntut Soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden.

Kelima, 'Gerakan Mahasiswa Era Reformasi'. Pada masa ini pergerakan mahasiswa menjadi lebih merekah. Mahasiswa mulai bergerak melalui organisasi internal kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan juga lembaga eksternal kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan lain-lain.


Pergerakan Mahasiswa

Pergerakan mahasiswa berkembang dalam menanggapi keresahan elit politik yang tidak mampu merealisasikan perannya dengan baik dan benar. 

Hariman Siregar mengungkapkan 'Gerakan Mahasiswa, Pilar ke-5 Demokrasi', bahwa :

1. Bersifat spontanitas

Mahasiswa yang responsif dalam isu pada masyarakat, tidak abai.

2. Bercorak non struktural

Mahasiswa dan pergerakannya yang tidak berporos organisasi tunggal.

3. Bukan Agen Politik di Luar Kampus

Tidak pada pengaruh partai politik, sebab gerakan mahasiswa adalah independen. Pergerakan meninggikan kepentingan rakyat.

4. Mempunyai Jaringan yang Luas

Jaringan yang luas menjadikan kokok, luwes,sehingga berbagai pihak termasuk pemerintah tidak bisa mengkooptasi gerakan tersebut.


Gerakan Politik vs Gerakan Moral

Gerakan moral (Moral Movement)

Pembahasan moral berkaitan dengan cerminan gerakan yang universal, menolak pelanggaran, penindasan, kedzaliman, maupun kekuasaan yang otoriter.

Gerakan Politik Nilai (Value Political Movement)

Gerakan yang memaknai idealis mahasiswa yang berbeda dengan gerakan politik kekuasaan.

Marak keengganan mencampuradukan gerakan mahasiswa dengan gerakan politik menjadi buram peran mahasiswa tersebut. Politik adalah bagian yang tak terpisahkan dari pergerakan mahasiswa. Tapi telaah manakah politik yang masuk dalam pergerakan ini, yaitu politik nilai. Politik kekuasaan tidak bisa disambung dengan pergerakan mahasiswa, sebab kepentingannya adalah kekuasaan sebagaimana halnya partai politik. 

Politik nilai sendiri memfokuskan dalam membelaan keadilan, menjunjung tinggi kebenaran, menguatkan hak kemanusiaan, dan sebagainya. Fokus ini yang mengakibatkan bentuk komunikasi berbagai metode untuk membela rakyat, salah satunya demonstrasi. Ketika pengakuan pergerakan mahasiswa dipundakan, namun menolak demonstrasi dan menepikan kepentingan rakyat. Maka pertanyakan gerakan yang sedang Anda jalani. Apakah politik kekuasaan? Sebab gerakan menepi kepentingan rakyat tidak termasuk dalam penjelasan gerakan politik nilai.


Peran dan Fungsi Pergerakan Mahasiswa

Pergerakan mahasiswa sebagai agen perubahan (agen of change) maupun cadangan masa depan (iron stock). Peranannya juga penting dalam menyebarkan pemikiran (fikrah) politik keadilan. Realisasi dalam perannya ada pada pendidikan politik, seperti ideologi, pemikiran politik, etika politik, dan perilaku organisasi.


Adat dan Etika Pergerakan Mahasiswa

Adat politik kampus adalah peraturan-peraturan dan fatsoen politik kampus, baik tertulis maupun tidak tertulis. Beberapa hal terkait etika pergerakan mahasiswa, yaitu sumber nilai. Lagi-lagi kembali terkait nilai. Bagaimana nilai yang dianut tak menyimpang dari kebenaran, ideologi yang di junjung relevan dengan kebaikan, prilaku pemandu organisasi beririsan dengan akhlak yang lurus, dan pasti tidak bertentangan dengan aturan Tuhan-nya, sebab Indonesia adalah negara yang penduduknya beragama.

Kemudian, tentang kepemimpinan. Pergerakan mahasiswa memiliki ciri khas sederhana. Jangkauan keberpihakan tak lepas dari rakyat menengah kebawah. Sangat tidak sesuai jika gaya hidup berlebih, bisa menjadi sumber fitnah. Seorang pemimpin pergerakan juga tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Kebijakan politik yang diambil memenuhi kebutuhan pergerakan juga harus transparan dengan sesama aktivis pergerakan. Contoh bagaimana banyak nya diskusi, kongkow, konsolidasi undangan terbuka keseluruh penjuru kampus karena pergerakan mahasiswa bukan pergerakan untuk diri sendiri. Tidak menutup kemungkinan undangan tersebut ditolak beberapa mahasiswa karena enggan ikut pergerakan mahasiswa dalam perjuangan politik nilai. Mungkin kah mereka pejuang politik kekuasaan dibawah pemerintah? Hingga menolak pergerakan politik nilai.

Tentang uang sangatlah erat dalam kalangan politik. Benar, politik kekuasaan. Tidak ada label pergerakan mahasiswa bertuhan pada uang. Haram pagi mereka untuk menggunakan uang lembaga untuk urusan pribadi. Peraliran uang transparan dan jelas untuk kepentingan pergerakan.


Strategi Pergerakan Mahasiswa

Berbicara tujuan pergerakan tak bisa ditepikan persiapan yang dicanangkan. Berikut kita mengulik  strategi pada pergerakan mahasiswa, diantaranya : pertama, pembentukan aktivis pergerakan yang ada ditempat. Kedua, menyebarkan pemikiran-pemikiran politik nilai kepada aktivis terbentuk. Ketiga, taktik penyadaran dengan menjunjung moral dan pemahaman sejarah.

Selain hal itu, aktivis pergerakan juga akan memberikan pemahaman-pemahaman kepada aktivis yang baru untuk efektif dalam kegiatan kampus, aktif kepanitiaan, mendominasi ke tempat dengan kegiatan tidak bermoral untuk perbaharui menjadi lebih baik. Tidak terlepas juga memahamkan praktik analisi SWOT (Strength=kekuatan, Weakness=kelemahan, Opportunity=Peluang, dan Threat=ancaman) yang dipergunakan dalam berbagai hal.


Lembaga Pergerakan Mahasiswa

Bagi yang belum siap mengetahui lembaga apa saja yang termasuk pergerakan mahasiswa disilakan untuk bersiap. Ada kemungkinan termasuk lembaga Anda adalah lumbung pergerakan mahasiswa yang termasuk ada gerakan politiknya. Bukan politik kekuasaan, tapi politik nilai.

Lembaga pergerakan mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu : Lembaga intra kampus dan ekstra kampus. Contoh lembaga intra kampus, yaitu HIMA (Himpunan Mahasiswa) atau HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM Fakultas, DPM Fakultas, BEM Universitas dan DPM/MPM Universitas.

Kemudian, contoh lembaga ekstra kampus, yaitu HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim  Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan sebagainya. Setiap kampus pasti tidak terlepas lembaga eksternal ini, termasuk Unila.

Mengulik Keistimewaan Lembaga Kemahasiswaan

1. Punya forun resmi membawa banyak nama mahasiswa.

2. Sarana mengekspresikan hak-hak politik. Hak yang dimaksud seperti hak pilih dan dipilih dalam pesta demokrasi atau Pemilihan Raya (Pemira).

3. Tempat bebas dan diperkenankan untuk menyuarakan jeritan rakyat, dan aktif mengawasi peristiwa politik.

4. Tidak bisa abaikan lembaga butuh anggaran untuk merealisasikan strategi pergerakan.

5. Wadah mengembangkan kualitas diri untuk mencetak pemimpin masa depan.


Konstituen Pergerakan Mahasiswa

Konstituen berarti bagian terpenting. Konstituen pergerakan mahasiswa adalah basis massa. Basis massa pergerakan ini dicetak menggunakan metode pendekatan personal maupun institusional.

Pembinaan konstituen pergerakan mahasiswa memperhatikan beberapa aspek, yaitu loyalitas. Baik lembaga intra maupun ekstra kampus. Mulai dari wacana, intensitas komunikasi, program yang beracuan dengan prinsip, hingga etika pergerakan sangat lah mempengaruhi keloyalitasan pergerakan. Kemudian, manuver politik tidak dibiarkan begitu saja tanpa memperhatikan aspirasi yang ada. Selanjutnya, pergerakan ini menyatu dalam pengelolaan isu politik.


Pendidikan Politik Pergerakan Mahasiswa

Peningkatan pergerakan mahasiswa pasti dikaitan dengan pendidikan. Pendidikan politik menjadikan pusat menuju berkembang dalam segi kesadaran aktif berpartisipasi maupun terbentuknya arah dan perasaan politik.

Tujuan pendidikan politik pada gerakan mahasiswa, yaitu membentuk kepribadian politik, kesadaran politik, dan partisipasi politik. Hal tersebut akan ditunjang dalam pola kaderisasi lembaga masing-masing dengan kegiatan, seperti Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Baik PMB-F maupun PMB-U. Ada juga mentoring, Latihan Kemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingat Dasar (LKMMTD), seminar-seminar, diskusi panel, lokakarya, pagelaran seni, pertandingan olah raga, kongres mahasiswa, pers mahasiswa, pelatihan-pelatihan penunjuang, aksi mahasiswa, dan sebagainya.


Wacana Pergerakan Mahasiswa

Keberpihakan kepada rakyat adalah ciri pergerakan mahasiswa. Kepentingan masyarakat luas menjadi targetan. Anti dalam menggunakan lembaga sebagai politik kekuasaan dengan mengabaikan jeritan rakyat.

Wacana pergerakan mahasiswa ini memiliki sifat, antara lain:

1. Berpihak pada kebenaran dan keadilan

2. Sesuai prespektif gerakan mahasiswa

3. Idealis

4. Semi ilmiah

5. Moralis

6. Popoler

Perhatikan sifat dari pergerakan mahasiswa guna mengetahui kemurnian pergerakan tersebut. Tidak dibenarkan menyampingkan kebenaran dan keadilan. Perjuangan menegakannya tidak bisa lepas dari lembaga tersebut.


Sarana Komunikasi Pergerakan Mahasiswa

Berbagai sarana yang biasa digunakan oleh para aktivis pergerakan untuk mengaktualkan hak-hak kebenaran, hak-hak keadilan, hak-hak rakyat. Sarana komunikasinya meliputi :

1. Lisan, seperti : mimbar bebas, rumor, yel-yel, lagu-lagu, maupum kultum (kuliah tujuh menit).

2. Tulisan, seperti : media massa kampus, selebaran legal maupun ilegal, majalah dinding, poster, stiker, karikatur, spanduk, internet, dan lain-lain.

3. Lisan dan Tulisan, seperti : seminar ilmiah, aksi massa, aksi delegasi, kuliah umum, jumpa pers, dan lain lain.

Hal-hal diatas memang dibenarkan sarana para aktivis pergerakan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Sesuatu tindakan pada sarana tersebut bukanlah pembangkangan terhadap negara, namun sebagai kontrol tidakan kekeliruan pihak terkait.


Regenerasi Kepemimpinan Pergerakan Mahasiswa

"Setiap masa ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada masa nya".

Terpaut khas celetukan diatas akan pentingnya regenerasi. Setiap periode lembaga akan dipimpin aktivis yang berbeda-beda. Proses setiap lembaga pergerakan bisa berbeda namun secara umum dalam aspek yang sama. Berikut gambaran proses regenerasi lembaga kemahasiswaan, 

A. Proses Internal Aktivis Pergerakan

Secara umum, pada tahap ini adalah metode pihak lembaga yang belum di umumkan ke publik.

1. Tahap proyeksi

Tahap ini aktivis pergerakan akan menyaring penerus-penurus yang akan dijadikan calon pemimpin.

2. Tahap Nominasi

Calon pemimpin yang diproyeksikan akan dilibatkan dalam berbagai agenda lembaga untuk mendapatkan arahan, pantauan, dan penilaian kelayakannya.

3. Tahap Seleksi

Ini adalah proses terakhir dari internal lembaga. Pemilihan penerus pemimpin lembaga yang ideologinya sama. Setelah ini akan dilibatkan dalam proses eksternal.


B. Proses Eksternal Aktivis Pergerakan

Calon pemimpin penerus lembaga yang terpilih pada proses internal akan digerakan ke jangkauan luas dalam Pemira.

Beberapa tahapnya, yaitu :

1. Penyusunan tim sukses

2. Kampanye (pada masa Pemira)

3. Pencoblosan (pada masa Pemira bagian pemilihan, contoh : pemilihan Presiden Universitas dan Gubernur Fakultas)

4. Penghitungan suara (pengawalan akan diperketat karena adanya indikasi kecurangan)

5. Penetapan pemenang (berita acara pemenangan yang akan menjadi titik hasil apa kah berhasi menang atau tidak).

Proses ekternal di kampus, seperti Unila ditandai dengan terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) oleh DPM Universitas maupun Fakultas. Namun, dalam pekerjaannya Pansus tidak terikat dengan DPM. Sifat dari panus sendiri adalah independen. Bagaiaman ketika kecurangan muncul di tengah proses Pemira? Jawabannya adalah menggugat ke Majelesis Perwakilan Mahasiswa (MPM). Bagaiman cara kita mengetahui ada kecurangan tersebut? Jawabannya ada di kesiapan tim sukses masing-masing. Ketelitian dan pengetahuan akan alur menjadi sangat penting. Tidak hanya modal mengaungkan suara tinggi, tetapi kesiapan menunjukan bukti kecurangan yang menandakan pihak penggugat benar. Pembenaran tidak relevan jika tidak disertai bukti. Fokus menggugat harus sejajar dengan kesiapan pengumpulan bukti.

Buta akan pergerakan mahasiswa dan pengetahuan politik membuat tipu daya merasukin idealisme Anda. Pahamkan dari akan adanya pergerakan di sekitar. Sumber ilmu akan tertutup sumber fitnah saat Anda tidak membudayakan literasi dan berdiskusi dengan berbagai pihak. Prinsip hidup yang lemah akan menjadikan mudah percaya dan terombang- ambing kebohongan orang tidak bertanggung jawab.

"Kebaikan yang dilakulan akan kembali kepada Anda, kejahatan yang dilakukan akan kembali juga kepada Anda". 

Anda diperkenankan menggunakan Iman kepada Tuhan pada agama yang Anda anut untuk petunjuk berkehidupan yang benar. Sungguh, aplikasikan agamamu dengan akhlak terbaikmu.


Penulis : Bella Ibnaty Sardio

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item