Alarm Peringatan WHO untuk Afrika Timur

Doc. Wikipedia Malaria merupakan penyakit menular yang  disebabkan oleh parasit plasmodium . Parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui gigita...

Doc. Wikipedia


Malaria merupakan penyakit menular yang  disebabkan oleh parasit plasmodium. Parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Beberapa jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini adalah Anopheles stephensi, yang merupakan vektor utama malaria di daerah perkotaan di India dan Anopheles gambiae, vektor malaria utama di Afrika. 

Dilansir dari Kompas.com, para ilmuwan baru-baru ini mengamati bahwa spesies nyamuk Asia tampak semakin umum di lingkungan perkotaan tertentu di Afrika Timur. Peneliti menyoroti ketakutan bahwa spesies nyamuk ini dapat segera memicu peningkatan kasus malaria perkotaan di Afrika Timur. Berdasarkan penelitian terbaru yang diterbitkan di Centers for Disease Control and Prevention journal Emerging Infectious Diseases, peneliti menemukan aspek mengkhawatirkan lain dari spesies invasif yang muncul di Afrika yang secara mengejutkan mampu menangkap parasit malaria lokal.

"Yang mengejutkan kami, nyamuk Asia ternyata lebih rentan terhadap parasit malaria lokal, daripada koloni nyamuk Ethiopia kami. Nyamuk ini tampaknya menjadi penyebar yang sangat efisien dari dua spesies utama malaria," ujar Teun Bousema, penulis studi dan Profesor Epidemiologi Penyakit Infeksi Tropis di Radboud University Medical Center di Belanda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membunyikan bel alarm peringatan meskipun resiko nyamuk invasif baru ini belum jelas.

“Pendekatan agresif menjadi prioritas utama untuk dapat mencegah penyebaran ke daerah perkotaan lain di benua Afrika," ujar Dr. Fitsam Tadesse. 

“Kita harus menargetkan pembasmian jentik nyamuk di tempat-tempat yang sekarang terjadi dan mencegah penyebaran nyamuk dari jarak jauh, misalnya melalui bandara dan pelabuhan laut. Jika itu gagal, risiko malaria perkotaan akan meningkat di sebagian besar Afrika," tambahnya.


Reporter: Sandi






Related

Sains 4485313619059961015

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item