Konsep Dunia Paralel dalam Sains

  Ilustrasi dunia paralel Sumber foto: nationalgeographic.grid.id Dunia Paralel adalah sebuah pemahaman yang menyatakan bahwa alam semesta i...

 

Ilustrasi dunia paralel
Sumber foto: nationalgeographic.grid.id

Dunia Paralel adalah sebuah pemahaman yang menyatakan bahwa alam semesta itu memiliki jumlah lebih dari satu, entah itu jamak atau pun tidak terbatas. Konsep dunia paralel mungkin sudah tidak asing didengar, karena telah dibicarakan oleh sebagian besar penggemar film sains fiksi.

Konsep dunia paralel ini telah diteliti oleh beberapa ilmuan beberapa tahun yang lalu. Istilah multiverse diciptakan oleh filsuf Amerika William James pada tahun 1895 untuk merujuk pada makna moral yang membingungkan dari fenomena alam dan kemungkinan melibatkan alam semesta lainnya. 

Menurut para ahli, dengan teori mekanika kuantum kemungkinan adanya cara melihat alam semesta yang banyak. Dengan matematika, teori ini mengatakan bahwa banyak kemungkinan dari situasi yang terjadi. Misalnya, jika seseorang berbelok ke arah kiri di persimpangan jalan, alam semesta lain kemungkinan akan memunculkan orang tersebut berbelok ke arah kanan atau kemungkinan diam ditempat.

Dilansir dari Kumparan.com, Tim ilmuwan NASA melakukan eksperimen di Antartika untuk mencari bukti keberadaan dunia paralel pada Mei 2020. Di dunia itu, hukum fisika berjalan berlawanan dengan hukum fisika di Bumi. Lewat eksperimen deteksi sinar kosmik, tim peneliti NASA menemukan partikel yang diduga berasal dari dunia paralel. Dunia paralel itu dipercaya terbentuk lewat ledakan Big Bang. Salah satu yang tercipta adalah alam semesta yang dihuni manusia saat ini. Sementara alam semesta lainnya adalah dunia paralel, di mana waktu berjalan mundur.

Para ilmuwan NASA menggunakan balon udara raksasa yang membawa alat bernama Antartic Impulsive Transient Antenna (ANITA). Alat tersebut diterbangkan di langit Antartika yang memiliki udara dingin, kering, dan tanpa gangguan frekuensi radio yang dapat mengacaukan penelitian. Alat itu kemudian menemukan angin yang bergerak konstan dengan membawa partikel berenergi tinggi yang berasal dari luar angkasa. Partikel subatomik berenergi rendah dengan massa mendekati nol dilaporkan memang dapat melewati atmosfer dan tiba di Bumi. Namun partikel berenergi tinggi secara ilmiah tidak dapat melewati atmosfer karena dihentikan oleh partikel-partikel solid di langit Bumi. Dengan demikian, partikel berenergi tinggi hanya dapat dideteksi ketika mendekat dari angkasa ke Bumi. 

Namun, tim ilmuwan NASA berhasil mendeteksi partikel berat yang bernama neutrinos yang justru bergerak keluar dari Bumi menuju luar angkasa. Dilansir New York Post, temuan tersebut diduga bisa mengindikasikan adanya dunia paralel karena partikel-partikel tersebut melakukan perjalanan mundur yang berlawanan dengan waktu. (Sofalina)

Related

Sains 186182299965434282

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item