Supernova, Akhir Perjalanan Sang Bintang

Doc. nasa.gov Bintang merupakan salah satu benda langit yang indah. Saat hari mulai gelap, bintang akan terlihat menghiasi langit malam deng...

Doc. nasa.gov

Bintang merupakan salah satu benda langit yang indah. Saat hari mulai gelap, bintang akan terlihat menghiasi langit malam dengan titik-titik cahaya. Namun, bintang pun tidak abadi dan memiliki akhir kehidupan. Fenomena ini disebut Supernova. Dilansir dari nasa.gov, supernova adalah ledakan dahsyat yang terjadi pada fase akhir kehidupan bintang dan merupakan ledakan terbesar yang terjadi di ruang angkasa. 

Supernova dapat terjadi karena karena dua kondisi. Pertama, supernova yang terjadi pada sistem bintang biner, kondisi di mana dua bintang mengorbit pada titik yang sama, ketika salah satu bintang merupakan katai putih. Katai putih adalah sisa-sisa bintang kecil seukuran matahari yang sudah mulai kehabisan bahan bakar. Katai putih yang mencuri materi bintang pendampingnya akan meledak akibat terlalu banyaknya materi yang ada pada bintang.

Kondisi kedua tejadi pada akhir masa kehidupan bintang. Bintang mempertahankan kondisinya dengan menyeimbangkan dua arah gaya. Gaya pertama berasal dari gravitasi yang menekan bintang ke dalam inti. Gaya kedua berasal dari tekanan ke arah luar inti dari hasil pembakaran bahan bakar nuklir bintang dalam jumlah besar dan menghasilkan banyak energi panas. 

Ketika bintang sudah kehabisan bahan bakar nuklir, bintang pun mendingin dan gaya tekanan ke luar menurun. Hal ini menyebabkan gravitasi menekan bintang dan sebagian masa bintang mengalir ke intinya. Inti yang terlalu berat menyebabkan bintang tidak dapat mengatasi gravitasinya sendiri dan akhirnya meledak. Ledakan ini menyisakan inti yang sangat padat dan awan gas panas yang disebut nebula. 

Supernova bukan merupakan fenomena yang sering terjadi, diperkirakan supernova terjadi dua hingga tiga kali dalam seabad pada suatu galaksi. Hal ini menyebabkan ilmuwan sering menyaksikan supernova yang berasal dari galaksi lain. Sisa ledakan terbaru sebuah supernova di galaksi bima sakti terjadi sekitar seratus tahun yang lalu.

Supernova dapat dilihat menggunakan teleskop atau satelit yang menangkap sinar-x dan sinar gamma. Salah satu ledakan supernova yang tertangkap kamera baru-baru ini adalah SN 2018gv pada Oktober 2020 lalu yang terletak di galaksi NGC 2525 sejauh 70 juta tahun cahaya dari bumi dengan teleskop Hubble milik NASA. (Sugar)

Related

Sains 74784502745826474

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item