Tim PKM-RE FMIPA Unila Berhasil Lolos Tahap Pendanaan dengan Inovasi Biofoam

  Tim PKM-RE FMIPA Unila Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Al...

 

Tim PKM-RE FMIPA Unila

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) berhasil lolos hingga tahap pendanaan. Kamis (06/05), via website simbelmawa.kemdikbud.go.id.

Tim ini terdiri dari lima orang, yaitu Rahmawati (Fisika’18), Adi Sucipto (Fisika’18), Fegi Liani (Fisika’19), Sutiarno (Fisika’17), dan Mega Muryani (Kimia’18) dengan mengusung judul “Pemanfaatan Umbi Porang dan Kulit Nanas untuk Meningkatkan Hidrofobisitas dan Anti Bakteri pada Biofoam sebagai Kemasan yang Aman di Masa Pandemi.”

Mega Muryani sebagai salah satu anggota tim menjelaskan bahwa produk kemasan yang sedang mereka kembangkan diduga sangat ramah lingkungan daripada styrofoam yang saat ini tengah beredar. Hal ini dikarenakan bahan-bahan yang digunakan semuanya dari alam, sehingga tingkat degradasinya lebih mudah.

Doc. Natural

“Bahan-bahan yang kami gunakan yaitu kulit pisang sebagai pati, kulit durian sebagai serat, kulit nanas sebagai flavonoid, umbi porang sebagai hidrofobisitas, serta Carboxy Methyl Cellulose (CMC),” sambung Rahmawati selaku ketua tim.

Alasan penelitian ini dilakukan karena meningkatnya pembelian makanan ataupun minuman secara online di masa pandemi yang mengakibatkan meningkatnya pula sampah-sampah plastik, terutama styrofoam. Hingga akhirnya tercetuslah sebuah ide untuk membuat sebuah kemasan makanan yang anti bakteri dan tidak mencemari lingkungan.

“Zat styrene yang terkandung pada styrofoam apabila sering digunakan untuk wadah makanan, bisa saja zat-zat styrene itu mengendap di dalam tubuh sehingga dapat memicu pertumbuhan sel kanker,” ujar Mega.

“Harapannya, dengan adanya biofoam yang kita hasilkan bisa diproduksi secara massal sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan mampu mengurangi sampah plastik di Indonesia dengan cara mengganti styrofoam menjadi biofoam,” tutup Rahmawati. (Ferzy)

Related

Sains 2394704683001278064

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item