Selasa, 28 September 2021

UKPM Teknokra Mengenang Kembali Tragedi 22 Tahun UBL Berdarah

Menolak Lupa, 22 Tahun Tragedi UBL Berdarah

Menolak Lupa, 22 Tahun Tragedi UBL Berdarah yang diadakan oleh Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila). Selasa (28/11), melalui Zoom Meeting.

Acara ini bertujuan untuk mengingatkan pada peristiwa tumbangnya mahasiswa Unila pada tragedi 28 September 1999. Acara ini dihadiri oleh Juwendra Asdiansya sebagai pelaku sejarah dan Prabowo Pamungkas sebagai Direktur LBH Bandarlampung.

Juwendra sebagai pelaku sejarah menyayangkan belum adanya upaya dari penegakan pelanggaran HAM yang terjadi. Pada kejadian ini Saidatul Fitria selaku fotografer UKPM Teknokra menjadi salah satu korban tragedi UBL, dan hingga saat ini belum adanya kepastian terkait kronologi wafat beliau.

Prabowo menyampaikan bahwa belum adanya kepastian hukum, belum adanya penegakan HAM dan komitmen yang pasti sampai saat ini.

Ibu Saidatul Fitria pun menyampaikan terimakasih sudah selalu mengingat kejadian ini.

Prabowo menjelaskan teknis pelanggaran HAM saat tragedi ini:

1. Kejahatan terhadap genosida atau kejahatan yang merupakan perbuatan untuk menghancurkan sebagian kelompok atau ras tertentu.

2. Kejahatan terhadap kemanusiaan. Pada tragedi ini termasuk ke dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, karena terjadi penyiksaan terhadap beberapa mahasiswa. (Sadewa dan Wulan)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buletin Info Natural Edisi 99

Ilustrasi Sampul Buletin Info Natural Edisi 99 Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Natural Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam...