Jumat, 24 Juni 2022

Berkelamin Ganda, Bagaimana Cara Lintah Bereproduksi?

Dok. Kompas.com

Teman-teman pasti pernah melihat lintah baik secara langsung, video, foto, ataupun internet. Belum? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Lintah Termasuk dalam Kelompok Cacing

Menurut Wikipedia, lintah adalah kelompok hewan dalam keluarga cacing beruas (Annelida) yang berbadan pipih serta memiliki alat pengisap darah di ujung kepala dan ujung ekornya. Sebagian besar dari spesies lintah, hidup sebagai parasit yang mengisap darah dari inangnya dan sebagian kecil sisanya adalah karnivora yang menelan mangsanya utuh. Lintah dapat hidup di air tawar, air asin, bahkan sampai daratan.

Bentuk Tubuh Lintah

Lintah memiliki bentuk tubuh yang lunak, berotot, meruas, dan bisa memanjang atau memendek seperti cacing. Melihat bentuk tubuh lintah, apakah pernah terlintas di pikiran teman-teman pertanyaan seperti bagaimana cara lintah bereproduksi? 

Lintah Termasuk Hemafrodit

Salah satu hal menarik dari lintah adalah ternyata lintah masuk dalam golongan hemafrodit artinya setiap lintah memiliki satu alat kelamin jantan dan satu alat kelamin betina. Kemudian banyak dari teman-teman pasti beranggapan bahwa lintah bisa bereproduksi dengan dirinya sendiri. Ternyata, hal tersebut tidak benar karena kebanyakan hewan golongan hemafrodit tidak bereproduksi dengan diri sendiri.

Cara Lintah Bereproduksi

Meskipun memiliki dua alat kelamin, lintah tetap bereproduksi secara seksual dengan pasangannya. Pada saat musim kawin, lintah yang telah matang secara seksual akan memproduksi sperma dan telur. Hal pertama yang dilakukan lintah saat proses reproduksi adalah saling menempel kepada pasangannya. 

Sepasang lintah tersebut akan menyejajarkan tubuhnya dengan kepala satu lintah searah dengan ekor lintah lainnya dan bersentuhan di daerah klitelum (bagian luar tubuh lintah di dekat kepala yang tidak bersegmen dan mengandung kelenjar yang menebal, serta menghasilkan kantung viscid tempat telur disimpan). Setelah menempel, lintah yang berperan sebagai penjantan akan mengeluarkan sperma dari alat kelamin jantannya yang masuk melalui kulit lintah yang berperan sebagai betina.

Ketika memasuki kulit, alat tersebut akan bergerak ke tempat telur di simpan dan membuahinya. Usai melakukan perkawinan, lintah akan mengeluarkan kepompong untuk menyimpan telurnya. Kepompong tersebut kemudian keluar dari tubuh lintah dan diletakkan di sekitar bebatuan ataupun tanaman sampai telur lintah menetas. Sayangnya, parasit pengisap darah ini kemudian akan mati setelah melakukan reproduksi satu kali atau dalam beberapa kasus dapat bereproduksi sampai dua kali.

(Amri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...