Sabtu, 27 Agustus 2022

Sarapan

 

 
Detikfood.com


Hari ini yang menemani sarapanku adalah sayur asem dan ikan asin goreng. Nasi liwetku mengepul, ditemani segelas teh tawar panas. 


Memang kedengarannya enak, tapi sayangnya aku bukan koki jago. Sayurku kurang kuah, kolnya masih keras, dan lidahku disengat kecut saat dadu labu siamnya kukunyah. 


Ah, padahal aku mau makan enak sekali-kali. 


Kutuangkan setengah gelas teh tawar ke dalam mangkuk, berharap bisa menjinakkan rasanya. Kuisi ulang lagi gelasku dengan air panas, ternyata aku terlalu banyak memasukkan teh. Rasa pahitnya masih kuat walau gelasku hampir terisi penuh. Karena tidak ada gula di dapur, kutambahkan beberapa biji permen mint—kembalian beli sayur—untuk mengurangi rasa getirnya. Permennya sulit sekali larut, jadi kutinggal di dapur.


Lalu, setelah itu aku makan. Baru saja sesuapan, satu dadu labu siam ikut naik sendok dan kembali menyengat lidahku. Asamnya tidak hilang walau sudah kutambah teh, malahan rasa kuahnya jadi tambah tidak karuan. Aromanya aneh—masam semu-semu melati—dan terasa agak pahit. Ikan asinnya pun alot, mana tidak ada sambal—harga cabai sedang naik dan tukang sayur menolak menjualnya di bawah sepuluh ribu. 


Sebelum terlanjur hilang selera, aku balik ke dapur. Sudah aku putuskan, pokoknya aku mau makan enak hari ini. 


Ikan asin yang alot kugeprek pakai ulekan, lalu kugoreng lagi—kali ini lapis tepung. Sayur di mangkok kukembalikan ke dalam panci, tambah segelas air. Jagung manis sepotong aku bagi dua, rebus lagi sampai kolnya empuk ke tulang. Sesekali aku sendok kuahnya, icip-icip sedikit sambil berpikir apa yang kurang. Kurang asin? Masukkan garam. Kurang gurih? Kutambah micin. 


Setelah sayurku benar-benar matang, ikan asinku garing, dan permen di gelas larut semua, selera makanku muncul lagi. Aroma enak menguar dari dapurku. Masak-masak kali ini bikin senang, aku sampai lupa waktu. 


Saking lupanya, begitu aku balik ke meja makan, waktu sarapan sudah lewat. Nasi liwetku sudah terlanjur dingin dan pinggirnya mulai mengeras. Perutku keroncongan, mengingatkan kalau aku belum makan dari kemarin sore.


… yah, apa boleh buat? 


Waktunya makan siang.




Penulis: Salsabilla Awaliyah Ramdhana

Penyunting: Siti Nurjanah

Jumat, 26 Agustus 2022

Beredar Isu Tak Mengenakkan, Aliansi Mahasiswa Unila Adakan Doa Bersama

Doc. Natural

Aliansi Mahasiswa Universitas Lampung mengadakan doa bersama sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa Unila terkait isu-isu yang beredar dan mengusik aliansi mahasiswa Unila. Jum'at (26/8), di bundaran Universitas Lampung (Unila).

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang dilakukan di Gedung Rektorat pada hari senin lalu. Aksi hari ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Unila.

Salah satu isu yang beredar, yaitu terjadi perpecahan antar aliansi mahasiswa di Unila yang menyebabkan salah satu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) keluar dari aliansi mahasiswa tersebut.

Ikhsan saat menyampaikan tujuan acara

Ikhsan selaku juru bicara aliansi mahasiswa Unila menyampaikan, "Tidak ada perpecahan dalam aliansi mahasiswa Unila seperti isu yang bertebaran."

Ia menyampaikan aksi ini mengutamakan doa bersama dan menunjukkan bahwa aliansi mahasiswa Unila tetap satu.

"Adanya gerakan ini sebagai rangkaian aksi untuk tetap menjaga nama baik Unila dan salah satu proses perjuangan diantara perjuangan-perjuangan mahasiswa selanjutnya," tutupnya

Reporter: Meri, Resya, dan Salsa

Editor: Siti Nurjanah

Pemotret: Meri

Minggu, 21 Agustus 2022

Hasil Konferensi Pers Unila Terkait Kasus Suap Oleh Rektor

 
Dok. Natural

 

Universitas Lampung (Unila) telah melangsungkan Konferensi Pers terkait kasus suap oleh rektor Unila. Minggu (21/8), di Gedung Rektorat.


Konferensi Pers dihadiri oleh Suharso selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Teknologi Informasi, dan Komunikasi, Yulianto selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, para Dekan dari berbagai Fakultas, Direktur Pascasarjana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), para Kepala Biro, para Ketua Lembaga, dan Tim Kerja Rektor Bidang Kehumasan. 


Kekosongan sementara jabatan rektor Unila akan ditetapkan oleh kementerian, paling lambat hari Senin tanggal 22 Agustus 2022.


Hasil dari Pers Rilis Pimpinan adalah sebagai berikut:

1. Pimpinan Unila secara terus menerus mengikuti perkembangan informasi yang terkait dengan OTT KPK yang berhubungan dengan Unila;

2. Pimpinan Unila menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK dengan berpegang pada azas praduga tak bersalah;

3. Pimpinan Unila secara transparan siap membantu KPK bila diperlukan;

4. Semua aktivitas belajar mengajar dan pelayanan dasar Unila tetap berjalan sebaik-baiknya;

5. Pimpinan Unila menjadikan peristiwa memprihatinkan ini untuk memperbaiki sistem dan pengelolaan Unila dengan sebaik-baiknya di masa mendatang


Menurut Suharso, "Sistem yang dibangun sudah sesuai dengan apa yang diinginkan, mungkin permasalahan kita adalah kurangnya transparansi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru tersebut dan itu akan kita perbaiki ke depannya."


"Pola apapun tetap bermasalah apabila orangnya bermasalah. Oleh karena itu, tentu kita akan lebih selektif pengawasannya," tutup Suharso.




(Meri dan Zahra)

Sabtu, 20 Agustus 2022

Rektor Unila Terima Suap dari Dana Penerimaan Mahasiswa Baru

 

 
Dok. Natural


Telah terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Lampung (Unila) oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap. Sabtu (20/8), dini hari.
OTT ini bertujuan untuk menangkap terduga korupsi dana suap penerimaan mahasiswa baru fakultas kedokteran (FK) Unila oleh rektor dan beberapa jajarannya yg terkait kasus tersebut.

Dilansir dari hasil konferensi pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adapun 8 orang yang tertangkap oleh tim KPK di wilayah Lampung, Bandung, dan Bali sebagai berikut:
1. KRM
2. HY
3. MB
4. BS
5. ML
6. HF
7. AT
8. AD

Adapun pihak yang ditangkap di Lampung adalah ML, HF, HY beserta dengan barang 
bukti uang tunai sebesar Rp. 414,5 juta, slip setoran deposito di salah satu bank sebesar Rp. 800 juta, dan kunci _safe deposit box_ yang diduga berisi emas senilai Rp. 1,4 miliar. 

Kemudian pihak yang ditangkap di Bandung adalah KRM, BS, MB, dan AT beserta barang bukti kartu ATM dan buku tabungan sebesar Rp. 1,8 miliar. Sedangkan AD ditangkap di Bali.

Pihak-pihak dan barang bukti selanjutnya dibawa ke gedung Merah Putih KPK untuk 
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai informasi dan bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, kemudian berlanjut ke tahap penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan 4 tersangka, sbb : 
a. KRM
b. HY
c. MB
d. AD

Ditahun 2022, Universitas Lampung (Unila) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri, ikut menyelenggarakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). 

Selain SNMPTN, Unila juga membuka jalur khusus yaitu Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) untuk tahun akademik 2022. 

KRM yang menjabat sebagai Rektor Unila periode 2020 s/d 2024, memiliki wewenang salah satunya terkait mekanisme dilaksanakannya Simanila tersebut.

Selama proses Simanila berjalan, KRM diduga aktif untuk terlibat langsung dalam menentukan kelulusan para peserta Simanila dengan memerintahkan HY selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan BS selaku Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat serta melibatkan MB selaku Ketua Senat untuk turut serta menyeleksi secara personal terkait kesanggupan orang tua mahasiswa yang apabila ingin dinyatakan lulus maka dapat dibantu dengan menyerahkan sejumlah uang selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan pihak universitas. 

KRM juga diduga memberikan peran dan tugas khusus untuk HY, MB dan BS untuk mengumpulkan sejumlah uang yang disepakati dengan pihak orang tua peserta seleksi yang sebelumnya telah dinyatakan lulus berdasarkan penilaian yang sudah diatur KRM. 

Terkait besaran nominal uang yang disepakati antara pihak KRM diduga jumlahnya bervariasi dengan kisaran minimal Rp. 100 juta sampai Rp. 350 juta untuk setiap orang tua peserta seleksi yang ingin diluluskan.

KRM diduga memerintahkan ML untuk turut mengumpulkan sejumlah uang dari para orang tua peserta seleksi yang ingin dinyatakan lulus oleh KRM. 

AD sebagai salah satu keluarga calon peserta seleksi Simanila diduga menghubungi KRM untuk bertemu dengan tujuan menyerahkan sejumlah uang karena anggota keluarganya telah dinyatakan lulus Simanila atas bantuan KRM. 

ML selanjutnya atas perintah KRM mengambil titipan uang tunai sejumlah Rp. 150 juta dari AD di salah satu tempat di Lampung. 

Seluruh uang yang dikumpulkan KRM melalui ML yang berasal dari orang tua calon mahasiswa yang diluluskan KRM berjumlah Rp. 603 juta dan telah digunakan untuk keperluan pribadi KRM sekitar Rp. 575 juta. 

Selain itu, KPK juga menemukan adanya sejumlah uang yang diterima KRM melalui BS dan MB yang berasal dari pihak orang tua calon mahasiswa yang diluluskan KRM yang juga atas perintah KRM uang tersebut telah dialih bentuk menjadi tabungan deposito, emas batangan dan juga masih tersimpan dalam bentuk uang tunai dengan total seluruhnya sekitar Rp. 4,4 Miliar.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka disangkakan melanggar pasal, sebagai berikut: 
1. AD selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Korupsi. 

2. KRM, HY, dan MB selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.



(Meri)

Kamis, 18 Agustus 2022

Perdana, FMIPA Unila Adakan PKKMB Tingkat Fakultas Secara Luring

 

 
Dok. Natural

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat fakultas secara tatap muka setelah dua tahun mengadakan online. Kamis (18/8), di taman FMIPA.

.

Program PKKMB yang mengusung tema "Ciptakan Mahasiswa Berkarya dan Berinovasi untuk Kampus Merdeka Belajar." Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan FMIPA Unila. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Senat, Pimpinan Fakultas, Dosen-Dosen FMIPA, Civitas academica, Perwakilan IKAFMIPA Unila, panitia dari setiap Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan mahasiswa baru FMIPA 2022.

.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila, Roniyus Marjunus selaku ketua panitia menyampaikan bahwa "Pada PKKMB-F ini akan ada penyampaian materi dari dekan dan para wakil dekan serta sesi perkenalan organisasi mahasiswa (Ormawa). Selanjutnya, akan ada PKKMB tingkat jurusan yang akan dilaksanakan pada esok hari."

.

"Jumlah mahasiswa baru yang tercatat kurang lebih mencapai 1.011 mahasiswa. Untuk pertama kalinya FMIPA menerima mahasiswa tembus sampai 1000, dengan rincian tiap jurusan, yaitu S1 Fisika 93 mahasiswa, S1 Ilmu Komputer 198 mahasiswa, S1 Kimia 189 mahasiswa, S1 Matematika 193 mahasiswa, S1 Biologi 179 mahasiswa, S1 Biologi Terapan 127 mahasiswa dan D3 Manajemen Informatika 32 mahasiswa," tambah Roniyus.

.

"Selamat datang kepada mahasiswa baru semua jurusan yang ada di lingkungan FMIPA. Harapannya semua mahasiswa dapat berpartisipasi untuk berprestasi di bidang akademik dan non akademik," tutup Suripto.

.

.

.

(Zahra dan Daffa)

Rabu, 17 Agustus 2022

Rekomendasi Film Bertemakan Kemerdekaan

 

 
Liputan6.com


Hari kemerdekaan tidak terlepas dari beragam acara lomba yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa seperti, lomba makan kerupuk, paku dalam botol, dan acara lomba lainnya. Namun, tidak hanya kegiatan outdoor saja yang menarik untuk mengisi hari kemerdekaan. Salah satu kegiatan menarik lainnya yang dapat dilakukan bersama keluarga adalah menonton film. Tentunya dengan menonton film bertemakan kemerdekaan, hal itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme kita sekaligus menambah wawasan tentang sejarah negara sendiri.


Berikut ini rekomendasi film yang bagus menurut MiNat yang cocok untuk ditonton bersama keluarga di hari kemerdekaan ini:

 

1. Merah Putih


Di urutan pertama ada film Merah Putih. Film yang dirilis pada 13 Agustus 2009 oleh sutradara Yagi Sugandi ini menceritakan tentang perjuangan melawan tentara Belanda pada tahun 1947, tepatnya saat terjadi peristiwa Agresi Militer Belanda I ke jantung pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Tengah. Film yang berdurasi 108 menit ini diperankan oleh Lukman Sardi sebagai Amir, Donny Alamsyah sebagai Tomas, Teuku Rifnu sebagai Dayan, Zumi Zola sebagai Soerono, dan Darius Sinathrya sebagai Marius.


2. Soekarno


Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini berdurasi 136 menit menceritakan tentang kehidupan Soekarno sebagai presiden pertama sekaligus proklamator Republik Indonesia. Dalam film ini ada banyak hal menarik tentang Soekarno yang diungkap, seperti latar belakang pergantian nama beliau dari Kusno menjadi Soekarno. Film ini dibuat dengan akurasi sejarah yang tepat sehingga mampu menyabet gelar film terpuji di festival film bandung ke-27 pada 2014.


3. Perburuan


Film ini menceritakan tentang Pasukan tentara pembela tanah air (PETA) yang melawan penjajahan Jepang di Indonesia. Film yang disutradarai oleh Richard Oh ini dibintangi oleh Adipati Dolken sebagai Hardo yang keberadaanya diburu oleh Jepang sebelum proklamasi kemerdekaan republik Indonesia.


4. Sang Kiai


Film berlatar pada tahun 1942 ini menceritakan tentang perjuangan para Kiai dan pejuang Indonesia dalam melawan penjajah Jepang. Pada saat itu, Jepang yang mengekspansi Indonesia melarang adanya pengibaran bendera merah putih dan pemutaran lagu Indonesia raya. Selain itu, Jepang juga memaksa rakyat Indonesia memberi penghormatan kepada matahari (sekerei) yang dipercaya sebagai Tuhan mereka. Konflik dimulai ketika K.H Hasyim Asy’ari ditangkap oleh prajurit Jepang karena menentang perintah tersebut. 


Film ini sukses meraih empat penghargaan, yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor pendukung terbaik, dan musik terbaik.


Demikian rekomendasi film yang bisa Sobat Natural saksikan bersama keluarga dalam mengisi hari kemerdekaan. Ingat kata-kata dari Proklamator kita, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita menghargai perjuangan para pahlawan dengan cara mempelajari sejarah salah satunya dengan menonton film yang bertemakan kemerdekaan.



(Sandi)

Minggu, 14 Agustus 2022

Unila Adakan PKKMB Hybrid Untuk Mahasiswa Baru


 
Dok. Natural

Universitas Lampung (Unila) mengadakan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Senin (15/08), di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. 
.
PKKMB Unila mengusung tema "Ciptakan Mahasiswa Berkarya dan Berinovasi untuk Kampus Merdeka Belajar" yang secara resmi dibuka oleh Rektor Unila, Karomani. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua dan anggota Senat Unila, Pimpinan Universitas, Pimpinan Fakultas, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Unit Pelaksana Teknis Unila, Civitas Academica, serta mahasiswa baru Unila.
.
PKKMB hari ini hanya dihadiri oleh 1.000 mahasiswa secara luring dan sisanya mengikuti secara online.
Total keseluruhan mahasiswa baru Unila 2022 mencapai 9.277 mahasiswa dari berbagai fakultas.
.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Yulianto selaku Ketua Panitia menyampaikan "kegiatan ini bertujuan untuk membimbing dan membina mahasiswa baru untuk bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan tata nilai etika serta norma yang berlaku di lingkungan Unila, serta menumbuhkan kesadaran dan peran mahasiswa dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat." 
.
Pelaksanaan PKKMB berlangsung selama 4 hari dimulai tanggal 15 - 19 Agustus 2022 di tingkat Universitas dan Fakultas. Setelah PKKMB berlangsung pada tanggal 22 Agustus, kegiatan awal perkuliahan akan dimulai.
.
Pada PKKMB tingkat Universitas diisi oleh penyampaian materi yang terdiri dari:
.
1. Peranan Kepolisian Republik Indonesia dalam Mengatasi Kejahatan Digital yang disampaikan oleh Akhmad Wiyagus, dari Kapolda Lampung.
.
2. Pengembangan Karakter Mahasiswa sebagai Intelektual dan Anti Kekerasan atau Anti Perundungan yang disampaikan oleh Susetya Herawati.
.
3. Pengembangan Karakter Mahasiswa dalam Perspektif Agama yang disampaikan oleh Said Aqil Siradj, dari Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU).
.
"PKKMB merupakan tahapan dalam menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri. Proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi," tutup Karomani.
.
.
.
(Zahra dan Meri)

Sabtu, 06 Agustus 2022

Memberikan Edukasi Tentang Burung Sumatra, HIMBIO Gelar Webinar Nasional

 
Dok. Natural

 Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan kegiatan Webinar Konservasi Sumber Daya Alam ke-26. Sabtu (06/08), via Zoom Meeting.

.

Kegiatan yang mengangkat tema “Burung Sumatra: Keanekaragaman, Ancaman, serta Peran Masyarakat dalam Pelestariannya” menghadirkan pemateri yang sangat luar biasa. Diantaranya, Muhammmad Iqbal selaku Daemeter Consulting Komunitas Konservasi Universitas Sriwijaya, Willy Ekariyono selaku ahli lingkungan serta fotografer alam dan margasatwa, dan yang terakhir Lucky Hakim Wakil Bupati Indramayu. 

.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 476 peserta dari berbagai kalangan.

.

Acara ini dibuka oleh Roniyus Marjunus selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila.

“Harapannya dengan webinar ini melengkapi pengetahuan mengenai konservasi burung sumatra, dan kegiatan ini tidak hanya berhenti dalam tatanan akademik saja. Tetapi, yang terlibat dan yang hadir mempunyai semangat yang sama untuk mengimplementasikan mengenai konservasi ke lingkungan masing-masing,” tutup Roniyus.

.

.

.

(Fahrika)

Kamis, 04 Agustus 2022

Perkuat Konservasi Burung Sumatra, HIMBIO Adakan Aksi Lingkungan

 
Dok. Natural

Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan kegiatan Aksi Lingkungan. Rabu (03/08), di Taman Hutan Raya Wan Abdurrachman (Tahura), Pesawaran.

.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, International Animal Resource (IAR), dan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tahura. Kegiatan ini mengangkat tema "Satukan Aksi, Siarkan Edukasi, Bersama Wujudkan Konservasi Burung Sumatra"

.

"Acara ini diselenggarakan karena sebagai bentuk aksi nyata masyarakat dengan melalui edukasi, pelepasan, observasi, serta pembuatan rambu peringatan dan informasi dengan harapan dapat mengedukasi masyarakat dalam perhatian untuk melestarikan burung serta mencegah perburuan liar," ujar Muhammad Febriansyah selaku Koordinator Aksi Lingkungan. 

.

Kegiatan ini di awali dengan penyampaian materi mengenai mekanisme pengamatan burung oleh IAR, kemudian dilanjut pengamatan burung di sekitar Tahura. 

.

"Terima kasih sebesar-besarnya kepada IAR yang telah berkerjasama dengan HIMBIO dalam melaksanakan acara ini," tutup Roniyus selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

.

.

.

(Ega)

Selasa, 02 Agustus 2022

Kenali dan Hindari Penyakit Menular, Cacar Monyet

Dok. Jurnalsutra

Saat ini tahukah Soral, kalau kita sedang menghadapi darurat kesehatan global. Hal ini menyusul belasan ribu kasus cacar monyet yang ditemukan di lebih dari 70 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kasus ini sebagai darurat kesehatan global. Lalu, tahukah soral apa itu penyakit cacar monyet?

Mengenal Penyakit Cacar Monyet

Cacar monyet atau Monkeypox adalah salah satu jenis penyakit langka yang disebabkan oleh virus dari genus orthopoxvirus yang merupakan penyebab cacar. Penyakit ini bisa menular dari hewan yang terinfeksi ke manusia karena adanya kontak langsung. Sementara itu, penularan antar manusia bisa terjadi karena adanya kontak jarak dekat dengan sekresi pernapasan atau luka terbuka dari orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Penularan dari Hewan ke Manusia

Penularan infeksi pada manusia diakibatkan oleh kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau luka luar dari hewan yang terinfeksi. Infeksi virus juga bisa menular jika mengonsumsi daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak dengan benar. Beberapa hewan pembawa virus ini diantaranya, tikus berkantung raksasa gambian, dormouse hutan, tupai matahari, tupai tali, tikus bergaris, dan landak ekor-sikat.

Penularan dari Manusia ke Manusia

Penularan dari manusia-ke-manusia jarang terjadi, tetapi bisa saja terjadi melalui kontak dekat dengan cairan dari saluran pernapasan (air hidung, sputum atau dahak, dsb), luka kulit, atau benda yang baru saja terkena cairan atau luka dari pasien penderita Monkeypox. Namun, menurut 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) kemungkinan penularan antar manusia sangat kecil. CDC menambahkan kemungkinan akan semakin besar apabila terjadi kontak tatap muka dalam radius enam kaki dan berlangsung minimal tiga jam dengan orang yang terinfeksi.

Lalu, Bagaimana gejalanya?

Gejala penyakit ini akan terlihat beberapa hari setelah terinfeksi, biasanya 6-16 hari, tapi terkadang 5-21 hari. Masa infeksi bisa dibagi menjadi dua, yaitu masa invasi dan masa erupsi kulit. Untuk masa invasi gejala diantaranya, demam, sakit kepala hebat, sakit punggung, nyeri otot, lemas, dan pembekakan kelenjar getah bening. Sedangkan, untuk masa erupsi kulit memiliki gejala diantaranya, muncul bintik-bintik merah (ruam) dimulai dari wajah lalu ke bagian tubuh lain, ruam berkembang dari bintik merah menjadi lepuh kecil berisi cairan, lalu lepuh menjadi nanah, terakhir lepuh mengeras menjadi kerak. Perkembangan ruam ini kira-kira berlangsung selama 10 hari.

Bagaimana cara mencegah penyakit ini?

Pencegahan bisa dilakukan dengan pemberian vaksin cacar (Jynneos) yang sudah diakui oleh FDA. Kemudian, beberapa hal lain yang bisa dilakukan, diantaranya:

1. Menghindari kontak langsung dengan tikus, primata, atau hewan liar lainnya yang mungkin terpapar virus (termasuk kontak dengan hewan yang mati di daerah terinfeksi).

2. Menghindari kontak dengan benda apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah disinggahi oleh hewan yang sakit.

3. Tidak makan daging hewan liar yang tidak dimasak dengan baik.

4. Menjauhkan diri sebisa mungkin dari pasien yang terinfeksi.

5. Bagi petugas medis, gunakanlah masker dan sarung tangan saat menangani orang yang sakit.

Demikian ulasan mengenai penyakit cacar monyet, tetap jaga kesehatan ya soral. Seperti kata Virgil, kekayaan terbesar adalah kesehatan.

(Sandi)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...