Sabtu, 27 Agustus 2022

Sarapan

 

 
Detikfood.com


Hari ini yang menemani sarapanku adalah sayur asem dan ikan asin goreng. Nasi liwetku mengepul, ditemani segelas teh tawar panas. 


Memang kedengarannya enak, tapi sayangnya aku bukan koki jago. Sayurku kurang kuah, kolnya masih keras, dan lidahku disengat kecut saat dadu labu siamnya kukunyah. 


Ah, padahal aku mau makan enak sekali-kali. 


Kutuangkan setengah gelas teh tawar ke dalam mangkuk, berharap bisa menjinakkan rasanya. Kuisi ulang lagi gelasku dengan air panas, ternyata aku terlalu banyak memasukkan teh. Rasa pahitnya masih kuat walau gelasku hampir terisi penuh. Karena tidak ada gula di dapur, kutambahkan beberapa biji permen mint—kembalian beli sayur—untuk mengurangi rasa getirnya. Permennya sulit sekali larut, jadi kutinggal di dapur.


Lalu, setelah itu aku makan. Baru saja sesuapan, satu dadu labu siam ikut naik sendok dan kembali menyengat lidahku. Asamnya tidak hilang walau sudah kutambah teh, malahan rasa kuahnya jadi tambah tidak karuan. Aromanya aneh—masam semu-semu melati—dan terasa agak pahit. Ikan asinnya pun alot, mana tidak ada sambal—harga cabai sedang naik dan tukang sayur menolak menjualnya di bawah sepuluh ribu. 


Sebelum terlanjur hilang selera, aku balik ke dapur. Sudah aku putuskan, pokoknya aku mau makan enak hari ini. 


Ikan asin yang alot kugeprek pakai ulekan, lalu kugoreng lagi—kali ini lapis tepung. Sayur di mangkok kukembalikan ke dalam panci, tambah segelas air. Jagung manis sepotong aku bagi dua, rebus lagi sampai kolnya empuk ke tulang. Sesekali aku sendok kuahnya, icip-icip sedikit sambil berpikir apa yang kurang. Kurang asin? Masukkan garam. Kurang gurih? Kutambah micin. 


Setelah sayurku benar-benar matang, ikan asinku garing, dan permen di gelas larut semua, selera makanku muncul lagi. Aroma enak menguar dari dapurku. Masak-masak kali ini bikin senang, aku sampai lupa waktu. 


Saking lupanya, begitu aku balik ke meja makan, waktu sarapan sudah lewat. Nasi liwetku sudah terlanjur dingin dan pinggirnya mulai mengeras. Perutku keroncongan, mengingatkan kalau aku belum makan dari kemarin sore.


… yah, apa boleh buat? 


Waktunya makan siang.




Penulis: Salsabilla Awaliyah Ramdhana

Penyunting: Siti Nurjanah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HIMAFI Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

Dok. Natural Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan...